ILO: 840.000 Orang Meninggal per Tahun Akibat Kondisi Kerja
ILO: 840.000 Meninggal per Tahun Akibat Kondisi Kerja

Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan bahwa lebih dari 840.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat kondisi kesehatan yang berkaitan dengan tempat kerja. Laporan terbaru ILO berjudul "The Psychosocial Working Environment: Global Developments and Pathways for Action" yang dirilis pada April 2026 mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti jam kerja yang panjang, ketidakpastian pekerjaan, dan perundungan (bullying) berkontribusi signifikan terhadap angka kematian tersebut.

Dampak Kesehatan dan Angka Kematian

Selain menyebabkan kematian, risiko psikososial di tempat kerja juga mengakibatkan hilangnya hampir 45 juta disability-adjusted life years (DALYs) setiap tahun. DALYs adalah indikator yang mengukur hilangnya tahun-tahun kehidupan sehat akibat penyakit, disabilitas, atau kematian dini. Angka ini menunjukkan beban global yang sangat besar akibat lingkungan kerja yang tidak sehat.

Menurut ILO, kondisi kerja yang buruk tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mental. Jam kerja yang panjang, misalnya, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya. Ketidakpastian pekerjaan dan perundungan juga dapat memicu stres kronis yang berujung pada depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Risiko Psikososial

Laporan ILO menyoroti bahwa faktor psikososial di tempat kerja menjadi perhatian utama. Ketidakpastian pekerjaan, seperti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) atau kontrak kerja yang tidak stabil, menimbulkan tekanan mental yang berkepanjangan. Sementara itu, perundungan di tempat kerja, baik secara verbal maupun non-verbal, menciptakan lingkungan yang toksik dan merusak kesehatan karyawan.

ILO menekankan bahwa tindakan pencegahan dan intervensi diperlukan untuk mengurangi risiko-risiko tersebut. Hal ini mencakup perbaikan regulasi ketenagakerjaan, pengawasan yang lebih ketat, dan promosi budaya kerja yang sehat.

Seruan Aksi Global

Dengan temuan ini, ILO mendesak pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk bekerja sama menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Langkah-langkah seperti pembatasan jam kerja, perlindungan terhadap perundungan, dan peningkatan dukungan kesehatan mental di tempat kerja menjadi prioritas.

"Laporan ini adalah pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya tentang fisik, tetapi juga psikososial. Kita harus bertindak sekarang untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di seluruh dunia," demikian pernyataan ILO dalam laporannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga