Empat orang terduga yang terdiri dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dan seorang ASN menjalani pemeriksaan di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (14/7) terkait dugaan intimidasi terhadap Dokter Eliza Princila Pakaenoni atau Dokter Icha. Mereka adalah Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP), dan Maria Mathildis Sau, seorang dokter hewan ASN di Dinas Peternakan TTU.
Kedatangan Terpisah di Polda NTT
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, keempat terduga tiba di Polda NTT pada pukul 10.30 Wita secara terpisah. Therensius, Norbertus, dan Maria tiba dalam satu mobil, sementara Veronika datang dengan kendaraan lain. Mereka langsung menuju Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan masuk ke ruang Subdit 1 Jatanras untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor. Hingga berita ini ditulis, mereka masih berada di ruang pemeriksaan.
Penundaan Pemeriksaan Sebelumnya
Keempat terduga sebelumnya meminta penundaan pemeriksaan yang dijadwalkan pada Senin (13/7) dengan alasan berhalangan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol. Sigit Haryono, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan ditunda berdasarkan permintaan kuasa hukum para terduga. "Iya, harusnya sesuai panggilan penyidik (empat terlapor) dijadwalkan untuk dimintai keterangan hari ini (Senin 13/7), tapi ada permintaan dari kuasa hukum untuk ditunda besok (Selasa 14/7)," kata Sigit.
Tim Joint Investigation Periksa 32 Saksi
Sigit menjelaskan bahwa tim joint investigation telah memeriksa 32 orang saksi dalam kasus ini. "Sudah ada 32 saksi yang dimintai keterangan, baik di Kefamenanu maupun di Polda NTT, ada lima orang dari keluarga korban," ujarnya. Rinciannya, 27 saksi diperiksa di Kefamenanu, terdiri dari tenaga kesehatan di RSUD Kefamenanu, Rumah Sakit Leona, pasien yang ada saat dugaan intimidasi, serta pasien pasca-kejadian yang ditangani Dokter Icha. Lima saksi lainnya dari pihak keluarga Dokter Icha diperiksa di Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA & PPO) Polda NTT.
Latar Belakang Kasus
Dokter Icha ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6) sore. Ia diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU pada 13 Juni 2026 saat menangani pasien gigitan ular di UGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Pasien yang diselamatkan tersebut disebut masih berkeluarga dengan salah satu anggota DPRD, Therensius Lazakar.
Proses Hukum Berlanjut
Jenazah Dokter Icha dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat. Keluarga melaporkan kasus dugaan intimidasi ke Polda NTT pada 3 Juli 2026, dengan empat orang terlapor, termasuk Maria Mathildis Sau. Tim gabungan yang dibentuk Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, dibagi menjadi beberapa tim untuk melakukan pemeriksaan di Kefamenanu dan Polda NTT.



