Polda Metro Jaya Lakukan Tes Urine Sopir Bus AKAP untuk Jamin Keamanan Mudik Lebaran
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah melaksanakan kegiatan pengecekan urine terhadap para pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagai upaya memastikan perjalanan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar. Pemeriksaan ini dilakukan di kawasan Terminal Kampung Rambutan pada Jumat (14/3/2026) dengan melibatkan sejumlah pengemudi yang dipilih secara acak.
Langkah Preventif untuk Keselamatan Penumpang
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menjamin para sopir dalam kondisi prima dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. "Dengan tes urine, kami ingin memastikan perjalanan mudik dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan dari faktor human error akibat penggunaan obat terlarang," ujarnya pada Sabtu (14/3/2026).
Para pengemudi yang akan membawa penumpang ke berbagai daerah tujuan diwajibkan mengikuti tes urine sesuai arahan petugas. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada para sopir agar menjaga kesehatan dengan cukup istirahat dan menghindari konsumsi obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun penumpang.
Pengawasan Berkala di Terminal Utama
Budi Hermanto menyatakan bahwa kegiatan pengawasan semacam ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan terus dilaksanakan secara berkala di sejumlah terminal utama selama periode mudik Lebaran 2026. "Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung kelancaran arus mudik dan meminimalisir risiko kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi yang tidak fit," tambahnya.
Pemeriksaan urine di Terminal Kampung Rambutan menjadi titik awal dari serangkaian operasi yang direncanakan Polda Metro Jaya. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengemudi akan pentingnya keselamatan berkendara, terutama dalam momen mudik yang padat seperti Lebaran.
Dengan adanya tes urine tersebut, diharapkan seluruh penumpang bus AKAP dapat merasa lebih tenang dan terlindungi selama perjalanan mudik mereka. Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi angkutan umum.
