Pembagian Zakat di Gresik Berakhir Ricuh, Warga Saling Dorong hingga Pingsan
Sebuah insiden kericuhan terjadi saat pembagian zakat di Jalan Agus Salim, Kota Gresik, Jawa Timur. Aksi saling dorong di antara ratusan warga yang mengantre membuat sejumlah orang terinjak hingga pingsan, mengubah momen ibadah menjadi kekacauan.
Diduga Dipicu Penyerobotan Antrean
Menurut laporan, keributan ini dipicu oleh seorang pemuda yang nekat menyerobot antrean karena ingin mendapatkan zakat untuk kedua kalinya. Aksi tersebut kemudian dipergoki oleh warga lain yang sudah lama menunggu, memicu cekcok dan teriakan yang merembet ke seluruh barisan.
"Iya mas kemarin sempat ricuh, sempat ada aksi pukul. Saya nggak tahu pasti, tapi kayaknya karena ada pemuda menyerobot ingin mendapatkan uang lagi terus kepergok warga lainnya yang antre," kata Hanif, salah satu warga yang ikut dalam antrean, seperti dilansir dari detikJatim.
Kronologi Kejadian
Pembagian zakat senilai Rp50 ribu per orang ini digelar pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya, warga terlihat tertib mengantre dengan pengawasan dari panitia yang berjaga agar tidak ada yang mengambil uang lebih dari sekali.
Namun, menjelang pukul 09.00 WIB, situasi mulai memanas. Teriakan dan cekcok dari luar barisan memicu kepanikan massal. Warga yang awalnya tertib kemudian terlibat dalam kericuhan, bahkan berujung pada aksi saling pukul di antara beberapa pemuda.
Dalam insiden tersebut, seorang ibu yang berada di lokasi turut menjadi korban. Ia terkena pukulan hingga mengalami lebam di bagian wajah, menambah daftar korban dari kekacauan ini.
Agenda Tahunan yang Berakhir Kacau
Hanif menambahkan bahwa pembagian zakat ini sebenarnya merupakan agenda tahunan yang rutin digelar setiap Jumat terakhir pada bulan Ramadan. Namun, ia baru ikut antre pada tahun ini karena kondisi ekonomi yang sulit.
"Baru ikut kemarin itu, karena tahun ini nggak bekerja. Ya lumayan mas, makanya sudah ikut antre sejak pagi. Tapi sekali ikut, ada keributan," ujarnya dengan nada kecewa.
Keributan yang terjadi sempat membuat panitia menghentikan sementara proses pembagian zakat. Panitia berusaha menenangkan massa dan mengamankan lokasi agar tidak ada korban lebih lanjut.
Dampak dan Refleksi
Insiden ini menyoroti pentingnya pengelolaan yang lebih baik dalam kegiatan sosial seperti pembagian zakat. Antusiasme warga untuk mendapatkan bantuan seringkali tidak diimbangi dengan sistem antrean yang tertib dan pengawasan yang ketat.
Kericuhan di Gresik ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama dalam memastikan bahwa niat baik berbagi di bulan suci tidak berubah menjadi tragedi yang merugikan banyak orang.
