Integrasi Jaringan XLSmart Capai 80%, Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Operator seluler hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren, yaitu XLSmart, menargetkan integrasi jaringan nasional akan selesai pada akhir tahun 2026. Saat ini, proses penggabungan jaringan kedua operator tersebut telah mencapai sekitar 80% dari total keseluruhan.
Proses Penggabungan Jaringan yang Masif
Director & Chief Regulatory Officer Merza Fachys mengungkapkan bahwa integrasi jaringan menjadi salah satu pekerjaan terbesar pasca-merger dua operator seluler tersebut. "Network itu terus kita gabung-gabung, satu Indonesia loh. Integrasi jaringan saat ini sudah sekitar 80 persen yang selesai," kata Merza di XLSmart Tower, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, setelah merger, perusahaan menggabungkan total sekitar 65 ribu site jaringan yang berasal dari sekitar 45 ribu site milik XL dan 20 ribu site milik Smartfren. Proses integrasi ini dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia, dengan target penyelesaian pada akhir 2026. Sementara itu, proses integrasi secara keseluruhan ditargetkan selesai pada tahun 2027.
Dampak Positif Integrasi Jaringan
Integrasi jaringan yang telah berjalan memberikan sejumlah dampak positif bagi operator seluler, antara lain:
- Cakupan jaringan yang lebih luas dan komprehensif
- Peningkatan kualitas layanan secara signifikan
- Efisiensi biaya operasional yang lebih optimal
- Pengalaman pelanggan yang lebih konsisten dari sebelumnya
"2026 ini kita harapkan transisi mulai selesai. Pelan-pelan integrasi jaringan selesai akhir tahun. Mudah-mudahan integrasi yang lain juga selesai, sehingga 2027 kita sudah bisa fokus," ujar Merza.
Pencapaian dan Pertumbuhan Bisnis
Proses merger antara XL Axiata dan Smartfren kini sudah berjalan sekitar 11 bulan dan segera memasuki tahun pertama. "Alhamdulillah sudah 11 bulan. Bulan depan kita akan berulang tahun yang pertama. Kalau satu tahun itu bayi lagi lucu-lucunya," kata Merza.
Selain integrasi jaringan yang hampir rampung, hampir seluruh target kinerja perusahaan pada akhir 2025 berhasil dicapai, bahkan sebagian melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Perusahaan juga mencatat manfaat sinergi dari merger sekitar USD 250 juta atau setara Rp3,5-4 triliun pada tahun pertama.
"Ini benar-benar satu pencapaian. Bukan hanya kita yang mengakuinya, tetapi juga pemegang saham yang membandingkan dengan beberapa merger perusahaan telekomunikasi di dalam maupun luar negeri," ungkap Merza.
Pertumbuhan Pendapatan dan Pelanggan
Perusahaan mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan, dengan pendapatan serta Average Revenue Per User (ARPU) meningkat sekitar 23% dibandingkan sebelumnya. Meskipun demikian, Merza menilai ARPU industri telekomunikasi di Indonesia masih relatif rendah.
"ARPU industri menurut saya harusnya bisa lebih tinggi. Sebelumnya bahkan masih di bawah Rp39 ribu, tapi sekarang sudah mulai tumbuh," kata dia.
Saat ini XLSmart memiliki sekitar 73 juta pelanggan, dengan sekitar 2 juta pelanggan yang sudah menggunakan layanan 5G. Sebagai perusahaan teknologi, operator seluler harus terus melakukan investasi agar dapat mengikuti perkembangan teknologi jaringan yang berubah setiap tahun.
"Teknologi tidak pernah berhenti berkembang. Karena itu perusahaan harus punya EBITDA yang sehat supaya bisa terus melakukan reinvestasi," pungkas Merza.
