Polres Jaksel Respons Cepat Laporan Warga soal Pelemparan Korek oleh Manusia Silver
Polres Jaksel Respons Cepat Laporan Warga soal Manusia Silver

Polres Jaksel Bergerak Cepat Tanggapi Laporan Warga Terkait Insiden Manusia Silver

Polisi Resor Jakarta Selatan (Polres Jaksel) menunjukkan respons yang cepat terhadap laporan warga mengenai insiden yang melibatkan manusia silver di kawasan Pancoran. Kejadian penganiayaan ringan ini sempat menimbulkan kehebohan di lingkungan sekitar hingga masyarakat menghubungi Call Center Polri 110 untuk meminta bantuan.

Kronologi Insiden Pelemparan Korek Gas

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, ketika seorang pria menjadi korban pelemparan korek gas oleh seorang manusia silver. Menurut keterangan Kapolsek Pancoran Kompol Mansur, pelaku langsung kabur dari lokasi setelah melakukan aksi tersebut.

"Korban dilempar korek oleh manusia silver. Kemudian si manusia silver kabur. Warga bantu telepon ke 110, petugas langsung datang," jelas Mansur pada Kamis (19/2/2026).

Anggota Polsek Pancoran kemudian melakukan pencarian terhadap dua pengamen wanita silver yang diduga terlibat dalam insiden ini. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat kepada warga sekitar lokasi kejadian.

Korban Pilih Tidak Lanjutkan Proses Hukum

Meskipun polisi telah memberikan respons cepat, korban memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum atas insiden tersebut. Alasannya, korban tidak mengalami luka fisik yang berarti dari kejadian itu.

"Korban tidak buat laporan, kita bantu pengamanan untuk mencari pelaku yang kabur. Korban bilang 'sudah Pak biar saja, saya nggak luka'," ungkap Kapolsek Pancoran.

Insiden ini terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebab pasti mengapa manusia silver tersebut melempar korek gas ke korban. "Kejadian spontan, tiba-tiba aja dilempar korek sama manusia silver. Kemudian si manusia silver kabur," tambah Mansur.

Respons cepat Polres Jaksel ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam menanggapi keluhan masyarakat, meskipun akhirnya kasus tidak dilanjutkan karena keputusan korban sendiri. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan di ruang publik.