Polisi Tingkatkan Patroli Antisipasi Maraknya Aksi Begal di Bandung
Polisi Tingkatkan Patroli Antisipasi Aksi Begal di Bandung

Maraknya aksi begal di Kota Bandung menjadi sorotan publik karena hampir setiap hari terjadi, bahkan di siang hari. Masyarakat melalui media sosial menyebut Bandung saat ini sebagai zona merah atau darurat begal. Data dalam dua bulan terakhir mencatat sejumlah kasus, antara lain pembegalan terhadap kurir paket pada awal Mei, dua pelaku bersenjata tajam menyerang pengemudi ojek online di Jalan Cikawao pada pertengahan Juni, serta korban bernama Azmy yang menjadi sasaran begal bermodus debt collector di Jalan BKR, Kecamatan Regol pada 14 Juli. Polisi menangkap tiga pelaku kurang dari dua jam setelah kejadian. Pada 16 Juli, seorang pria berinisial U (24) kehilangan telepon genggam di Jalan Babakan Ciparay; satu pelaku diamankan, satu masih diburu. Terbaru, Jumat (17/7), seorang pria terluka saat mempertahankan barang berharganya dari komplotan begal di kawasan Kampus Maranatha, Sukajadi.

Polrestabes Bandung Akui Meningkatnya Aksi Begal

Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Supriyadi mengakui aksi begal kembali marak. "Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi adanya masukan dari masyarakat Bandung, di mana aksi begal mulai kembali marak di Kota Bandung," ujar Dedi, Sabtu (18/7). Menanggapi hal itu, polisi meningkatkan patroli malam melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Setiap polsek kini menempatkan personel di sedikitnya empat hingga lima titik rawan, terutama pada jam-jam rawan dini hari.

"Kami meningkatkan kegiatan-kegiatan patroli malam, di mana kegiatan tersebut yang disebut dengan KRYD, kegiatan rutin yang ditingkatkan, dan Alhamdulillah seluruh polsek paling minim itu menjaga sekitar 4-5 titik. Di mana pada saat malam hari, terutama di jam-jam rawan, jam-jam kecil, kita mengintensifkan untuk patroli lebih baik lagi," katanya. Dedi menegaskan Polrestabes Bandung akan menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan. "Sesuai dengan petunjuk dan perintah dari Bapak Kapolda yang diteruskan pada bapak Kapolrestabes, kami akan menindak secara tegas dan terukur terhadap para pelaku begal ini. Jadi jangan khawatir masyarakat, jika ingin berkegiatan pada saat malam hari, dan merasa dirinya terganggu akibat adanya aksi-aksi mereka, silahkan hubungi 110, dan kita akan turunkan. Dan tim Prabu kami bergerak dengan sangat cepat," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kapolda Jabar Perintahkan Tindakan Tegas dan Terukur

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memerintahkan seluruh personel mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal, namun tetap terukur, proporsional, dan menghormati hak asasi manusia. "Saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang," kata Pipit, Sabtu (18/7). Pipit yang baru dilantik menggantikan Rudi Setiawan menjadikan pemberantasan begal sebagai prioritas utama di Jawa Barat. "Sebelum masuk ke Jawa Barat, alhamdulillah kami juga mencari informasi dengan melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah maraknya begal. Ini menjadi komitmen kami," ujarnya.

Pipit menegaskan penanganan begal tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan hingga masyarakat. "Untuk itu saya mengajak semuanya, mari kita lakukan penanggulangan maraknya begal secara bersama-sama. Ada prinsip responsif dan kolaboratif. Kolaborasi bukan hanya antara kepolisian dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga