Polisi Selidiki Teror Kotoran Sapi Usir PKL di Jakarta Timur
Polisi Selidiki Teror Kotoran Sapi Usir PKL di Jaktim

Polisi menyelidiki aksi teror yang viral di media sosial, di mana sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, diteror dengan lemparan kotoran sapi. Peristiwa ini diduga bertujuan untuk mengusir para pedagang dari lokasi tersebut.

Kronologi Kejadian

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa insiden ini terjadi pada Selasa, 19 Mei. Foto-foto yang diunggah memperlihatkan kotoran sapi berserakan di depan ruko. Narasi menyebutkan bahwa beberapa lapak, seperti toko plastik dan tempat cuci motor, menjadi sasaran. Selain itu, terdapat spanduk bertuliskan 'Dilarang Berjualan di Sini A*****' yang dipasang di depan ruko, mengindikasikan upaya pengusiran.

Konfirmasi Polisi

Kapolsek Pasar Rebo, Kompol I Wayan, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, hingga saat ini pemilik kios belum membuat laporan resmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Saat kejadian, petugas polsek sudah mendatangi lokasi. Pemilik kios belum membuat laporan," ujar Wayan.

Wayan menjelaskan bahwa kotoran sapi tersebut dilempar di depan ruko, bukan mengenai bangunan ruko itu sendiri. "Bukan ruko yang dilempari, tapi kotorannya di depan ruko yang dipakai untuk berjualan pedagang kaki lima," katanya.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Menurut Wayan, kejadian ini baru pertama kali terjadi. Lapak yang menjadi sasaran biasanya digunakan oleh PKL untuk menjual sayuran dan kue setiap pagi. Polisi masih menyelidiki motif pelaku dan berupaya mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi. Sayangnya, tidak ada kamera pengawas yang terpasang di area tersebut.

"Masih diselidiki, tidak ada CCTV di sana," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror yang meresahkan para pedagang ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga