Dua Polisi Gadungan di Depok Palak Juru Parkir dengan Pistol Mainan
Polres Metro Depok berhasil menangkap dua remaja berinisial ZA (20) dan JA (20) yang diduga melakukan pemerasan terhadap juru parkir di Terminal Terpadu Depok dengan menyamar sebagai anggota kepolisian. Kedua tersangka menggunakan peralatan palsu seperti kaos bertuliskan Polisi dan pistol mainan yang mereka beli secara online untuk meyakinkan korbannya.
Modus Operandi yang Terorganisir
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, pelaku beraksi di beberapa lokasi ramai termasuk Pasar Kemirimuka, Stasiun Depok Baru, dan Stasiun Depok. Mereka mendatangi juru parkir, mengaku sebagai polisi, lalu mengancam dengan pistol mainan sambil meminta uang dalam nominal kecil antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per korban.
"Para korban merasa takut dan mengira tersangka adalah anggota polisi sungguhan," jelas Made Budi saat ditemui di Polres Metro Depok pada Jumat (20/2/2026). Pistol mainan tersebut sengaja dibawa untuk menakut-nakuti korban jika mereka menolak memberikan uang. "Kalau tidak diberikan, mereka akan diancam dan ditodong dengan senpi mainan itu," tambahnya.
Proses Penyidikan Berlangsung
Saat ini, kedua tersangka telah menjalani proses penyidikan oleh pihak kepolisian. Meski nominal uang yang diperas tidak besar, tindakan mereka dinilai serius karena menggunakan simbol institusi penegak hukum untuk kejahatan. "Sampai saat ini para tersangka sudah kami lakukan proses penyidikan," tegas Made Budi.
Diamuk Massa Setelah Aksi Terbongkar
Insiden ini berawal pada Rabu (18/2/2026) malam di Terminal Terpadu Depok. Saat mendatangi seorang penjaga parkir, korban sempat terkejut dengan todongan pistol, namun kemudian curiga karena senjata itu terlihat seperti mainan. Korban pun melawan dan berteriak minta tolong, yang menarik perhatian warga dan sopir angkutan di sekitar terminal.
Massa yang geram langsung mendatangi dan menangkap kedua pelaku. Keduanya sempat dipukuli oleh warga sebelum akhirnya diamankan oleh polisi yang datang ke lokasi. "Saat ini sudah diamankan oleh Reskrim Polres Metro Depok," tutur Made Budi mengenai kondisi tersangka.
Peralatan Palsu Dibeli Online
Investigasi sementara mengungkap bahwa kaos polisi, pistol mainan, dan tali tis (yang digunakan sebagai borgol palsu) dibeli pelaku melalui platform online. Pembelian peralatan ini dilakukan secara sengaja untuk mendukung aksi pemerasan mereka dengan tampilan yang meyakinkan.
Kasus ini menjadi peringatan tentang bahaya penyalahgunaan atribut kepolisian. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan selalu memverifikasi identitas seseorang yang mengaku sebagai aparat, terutama jika meminta uang dengan cara yang mencurigakan.



