Polisi: 4 Bom Rakitan di MAN 3 Padang, 1 Meledak, 3 Belum
Polisi: 4 Bom Rakitan di MAN 3 Padang, 1 Meledak

Polisi mengonfirmasi bahwa siswa berinisial R di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, menyiapkan empat bom rakitan sebagai aksi balas dendam atas perundungan yang dialaminya. Dari keempat bom tersebut, hanya satu yang meledak, sementara tiga lainnya berhasil diamankan sebelum sempat diledakkan.

Kronologi dan Temuan Bom

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya menjelaskan bahwa tim penjinak bom Brimobda Polda Sumbar telah melakukan disposal terhadap tiga bom rakitan yang belum meledak. "Berdasarkan hasil koordinasi dengan Brimob, ada satu bom rakitan yang telah meledak dan tiga bom rakitan lainnya yang belum sempat diledakkan. Jadi satu yang sudah meledak di MAN 3, dan ada tiga lagi yang belum meledak," katanya dalam keterangan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/7).

Susmelawati merinci bahwa keempat bom rakitan itu memiliki pola dan kekuatan yang berbeda-beda. Saat ini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi, termasuk guru, petugas keamanan sekolah, pelaku, dan pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi, motif, hingga cara pelaku merakit bom.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Motif Murni Bullying, Bukan Terorisme

Polisi memastikan bahwa kasus ini tidak terkait dengan jaringan terorisme. "Sampai saat ini motifnya bullying. Dan ini perlu kami tegaskan juga, tidak ada hubungannya dengan jaringan terorisme. Ini murni karena korban bullying dari teman-teman sekelasnya," tegas Susmelawati.

Pelaku, yang masih di bawah umur, mengalami tekanan mental berat akibat dugaan perundungan yang diterimanya. "Fokus kita saat ini melakukan rehabilitasi terhadap anak tersebut dan memberikan pendampingan. Walaupun dia pelaku, dia juga syok dengan kejadian ini. Dia juga korban karena tertekan secara psikologis akibat dugaan bullying," ujarnya.

Pelaku Belajar Merakit Bom Secara Otodidak

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengetahui bahwa R mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui internet. "Dia mempelajarinya melalui Instagram, YouTube, dan internet secara otodidak. Bahan-bahannya juga dia pelajari dari sana," kata Susmelawati.

Total ada 19 item barang bukti yang diamankan dari pelaku. Meski telah diamankan, status hukum R saat ini masih sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih terus mendalami kasus, termasuk memeriksa kondisi psikologis pelaku.

Upaya Pemulihan Psikologis

Polda Sumbar bersama Polresta Padang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara gabungan yang melibatkan Tim Inafis Polda Sumbar, Polresta Padang, serta mendapat asistensi dari Densus 88 Satgas Sumatera Barat. Fokus utama kepolisian saat ini diarahkan pada pemulihan psikologis pelaku, mengingat ia juga merupakan korban bullying.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga