Aktivitas Berburu Babi di Jasinga Hilang Usai Anjing Serang Bocah Tewas
Bogor - Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun tewas setelah digigit anjing pemburu babi saat memancing di Kecamatan Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Peristiwa tragis itu membuat aktivitas perburuan babi di wilayah tersebut kini sudah tidak ditemukan lagi.
"Sudah tidak ada, alhamdulillah sudah tidak ada (aktivitas perburuan)," ujar Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat, Kamis (18/6/2026).
Kapolsek juga telah mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke polisi jika menemukan aktivitas perburuan agar pihak kepolisian dapat mengambil tindakan. Pihak kepolisian juga telah bertemu dengan tokoh masyarakat setempat karena aktivitas perburuan sering dilakukan tanpa konfirmasi warga.
"Sekarang masyarakat sudah paham kalau ada sekelompok seperti itu pasti lapor langsung ke Polsek. Mungkin mereka minta tolong kepada kami untuk mengimbau para pemburu," jelasnya.
Mengenai aturan lokasi perburuan, ia mengatakan sedang disusun oleh pihak berwenang. Pemerintah daerah tengah mempersiapkan hal tersebut.
Kronologi Bocah Tewas Diserang Anjing Pemburu
Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun tewas digigit anjing pemburu babi saat memancing di Jasinga, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (7/6) siang. Dalam penyelidikan, Polres Bogor sempat mengamankan 57 saksi dan pemburu babi untuk dimintai keterangan.
Berdasarkan bukti-bukti, pemilik anjing yang menyerang dan menggigit korban hingga tewas ditetapkan sebagai tersangka.
Kasatres PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri pada Rabu (10/6/2026) menyampaikan bahwa empat ekor anjing pemburu yang menyerang bocah 9 tahun di Kecamatan Jasinga dilaporkan mati bersamaan di dalam mobil. Diduga keempatnya mati karena kekurangan oksigen.
"Infonya karena disimpan di dalam mobil, lalu diikat, mobilnya tertutup, sehingga tidak ada oksigen di dalamnya. Iya (ada empat anjing yang mati)," kata Silfi.
Anjing tersebut dimasukkan ke dalam mobil setelah menyerang korban. Diduga anjing mati bersamaan karena kehabisan oksigen di dalam mobil.
"Untuk kondisi anjing, pada saat anjing-anjing itu menerkam korban, mereka diamankan lalu dimasukkan ke dalam mobil. Saat anjing di dalam mobil tersebut, mungkin mobil tidak dinyalakan, sehingga menyebabkan kematian pada anjing tersebut," kata Silfi.



