Mutasi Polri: Kapolres Sleman yang Tangani Kasus Hogi Minaya Ditarik ke Divisi Hukum
Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Listyo Sigit Prabowo telah melakukan rotasi terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Polri. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/2/KEP/2026 yang diterbitkan pada tanggal 27 Februari 2026.
Rotasi di Berbagai Bidang
Dalam telegram tersebut, disebutkan bahwa Irjen Pol Cahyono Wibowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kakortastipidkor Polri, dimutasi sebagai Pati Kortastipidkor Polri dalam rangka pensiun. Posisinya kemudian diisi oleh Brigjen Pol Totok Suharyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirtindak Kortastipidkor Polri.
Selanjutnya, posisi Dirtindak diisi oleh Brigjen Pol Roberthus Yohannes De Deo Tresna Eka Trimana, yang sebelumnya menjabat sebagai DirP2A Kortastipidkor Polri. Sedangkan jabatan DirP2A Kortastipidkor Polri kini dipegang oleh Brigjen Pol Indra Lutrianto Amstono, yang sebelumnya bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.
Perubahan di Lemdiklat dan Kewilayahan
Rotasi juga terjadi di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasespim Lemdiklat Polri, diangkat sebagai Gubernur Akademi Lemdiklat Polri. Posisi Kasespim kini diisi oleh Irjen Pol Midi Siswoko.
Di jajaran kewilayahan, Kombes Pol M. Syahduddi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang Polda Jawa Tengah, diangkat menjadi Dirpamovit Korsabhara Baharkam Polri. Jabatan Kapolrestabes Semarang kini diisi oleh Kombes Pol Heri Wahyudi, yang sebelumnya bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Madya Tingkat II Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi di Polda Kaltara dan DIY
Untuk Polda Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Andries Hermanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda, dimutasi sebagai Pati Polda Kaltara dalam rangka pensiun. Penggantinya adalah Brigjen Pol Yusuf, yang sebelumnya bertugas sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi juga menyasar Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kombes Pol Eddy Setyanto Erning Wibowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Sleman, diangkat sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Madya Tingkat Tiga Divisi Hukum Polri. Kombes Edy Setyanto sempat menjadi sorotan publik setelah penanganan kasus Hogi Minaya, suami korban penjambretan yang justru ditetapkan sebagai tersangka setelah pelaku kejahatan meninggal dunia.
Posisi Kapolresta Sleman kini dijabat oleh Kombes Pol Adhitya Panji Anom, yang sebelumnya bertugas sebagai Akreditor Propam Kepolisian Madya Tingkat Tiga Divisi Propam Polri.
Kasus Lainnya
Di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), AKBP Didik Putra Kuncoro, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bima Kota, dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri. Jabatan Kapolres Bima Kota kini diisi oleh AKBP Mubiarto Banu Kristanto, yang sebelumnya bertugas sebagai Kasat PJR Ditlantas Polda NTB. Diketahui bahwa AKBP Didik sedang tersandung kasus pemilikan narkoba.
Sedangkan di Polda Jambi, AKBP Natalena Eko Cahyono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bungo, dimutasi sebagai Pamen Polda Jambi. Penggantinya adalah AKBP Zamri Elfino, yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Jambi.
Penjelasan dari Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier. "Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Jhonny dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Dia menegaskan bahwa proses mutasi dilakukan secara objektif dan berdasarkan kebutuhan organisasi. "Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia Polri untuk memastikan organisasi tetap adaptif, solid, dan responsif terhadap tantangan tugas ke depan," tambahnya.
Pimpinan Polri berharap agar para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan bekerja secara optimal, serta menjaga soliditas internal. "Pimpinan berharap seluruh pejabat yang dimutasi dapat segera bekerja secara optimal, menjaga soliditas internal, serta terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri," tandas Jhonny.
