Ledakan Guncang Pulau Buatan Mewah The Palm di Dubai
Jakarta - Suara ledakan keras mengguncang kawasan pulau buatan terkenal di Dubai, The Palm Jumeirah, pada Sabtu (28/2/2026). Peristiwa ini dilaporkan mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan memicu kebakaran di sebuah gedung. Insiden mengejutkan ini terjadi dalam konteks ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Kronologi Ledakan dan Respons Darurat
Menurut laporan dari kantor berita AFP, dua saksi mata mengaku mendengar ledakan keras di area The Palm. Mereka juga menyaksikan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dari lokasi kejadian, yang kemudian teridentifikasi berasal dari sebuah hotel di pulau buatan tersebut. Sumber dari Kantor Media Dubai mengkonfirmasi terjadinya "insiden" di sebuah gedung di Palm Jumeirah yang menyebabkan kebakaran dan korban luka.
Pertahanan Sipil Dubai dengan cepat merespons, berhasil mengendalikan api yang berkobar. Empat orang yang terluka dalam insiden tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan. Ambulans terlihat bergegas menuju lokasi segera setelah ledakan terjadi, menunjukkan tanggap darurat yang terkoordinasi.
Latar Belakang Serangan Iran ke Uni Emirat Arab
Ledakan di Dubai ini tidak terjadi secara terisolasi. Peristiwa tersebut terjadi usai Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Iran menuduh UEA memberikan perlindungan kepada tentara Israel dan Amerika Serikat, yang sebelumnya telah menyerang Iran. Serangan balasan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap semua negara Teluk yang kaya minyak, kecuali Oman yang berperan sebagai mediator dalam pembicaraan AS-Iran. Situasi ini menambah daftar ketegangan regional yang telah mempengaruhi berbagai aspek, termasuk operasi penerbangan.
Dampak dan Reaksi Masyarakat Dubai
Insiden yang menargetkan landmark ikonik Dubai ini menimbulkan kejutan dan kekhawatiran di kalangan warga. Beberapa ledakan tambahan juga dilaporkan terdengar oleh warga Dubai dan koresponden AFP yang berada di kota tersebut. Dubai, sebagai kota terpadat di UEA dengan sekitar 90 persen penduduknya merupakan warga asing, selama ini dikenal dengan citra kemewahan dan keglamorannya. Peristiwa ini mengingatkan akan kerentanan kawasan tersebut di tengah gejolak politik.
Ketegangan di Timur Tengah telah menyebabkan gangguan signifikan, termasuk penundaan jadwal penerbangan di bandara Dubai dan dampak pada rute penerbangan dari Bali ke UEA dan Qatar. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh otoritas setempat dan komunitas internasional, mengingat potensi implikasi yang lebih luas bagi stabilitas regional.
