Banjir Landa 6 Desa di Bima NTB, Jalan Raya Berubah Jadi Aliran Sungai
Banjir Landa 6 Desa di Bima NTB, Jalan Jadi Sungai

Banjir Landa Enam Desa di Kabupaten Bima, NTB

Bencana banjir menerjang wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada akhir pekan lalu. Sebanyak enam desa di dua kecamatan terdampak, dengan ratusan rumah terendam dan infrastruktur publik mengalami kerusakan parah.

Hujan Deras Dua Hari Berturut-turut

Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Nurul Huda, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Bima, mengonfirmasi bahwa curah hujan yang ekstrem ini menjadi pemicu utama terjadinya banjir.

"Hujan turun secara terus-menerus selama dua hari, mengakibatkan enam desa di Kecamatan Tambora dan Sanggar terendam banjir," jelas Huda dalam pernyataannya.

Dampak Luas pada Permukiman dan Fasilitas Umum

Di Kecamatan Tambora saja, tercatat sebanyak 140 unit rumah tergenang air. Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengancam sejumlah fasilitas publik yang vital. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain:

  • SDN 1 dan 2 Labuan Kananga
  • Masjid setempat
  • Kantor desa
  • Pasar Labuan Kananga

Selain itu, akses jalan raya provinsi di Desa Labuan Kananga juga terendam air bercampur lumpur, sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan.

Jalan Raya Berubah Menjadi Aliran Sungai

Situasi lebih parah terjadi di Desa Kawinda Na'e, Kecamatan Tambora. Di desa ini, sebanyak 20 rumah terendam banjir. Bahkan, jalan raya utama di wilayah tersebut berubah total menjadi aliran sungai akibat terkikisnya tanah dari bahu jalan oleh derasnya air banjir.

Perubahan drastis pada infrastruktur transportasi ini memperparah kondisi darurat, karena menghambat evakuasi dan distribusi bantuan kepada korban.

BPBD Kabupaten Bima saat ini masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai kerugian material dan jumlah warga yang mengungsi. Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk memberikan bantuan awal dan mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi banjir.