Supercar McLaren Rp 9 Miliar Hancur Terbelah, Andra ST dan Penumpang Selamat
McLaren Rp 9 M Hancur Terbelah, Andra ST Selamat

Supercar McLaren 720S berwarna kuning milik YouTuber dan streamer gim asal Sukoharjo, Andra ST, hancur terbelah dua dalam kecelakaan tunggal di Jalan Solo-Wonogiri, tepatnya di sisi selatan Pasar Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2026) dini hari. Mobil yang ditaksir bernilai sekitar Rp 9 miliar itu kini terparkir di Pos Lantas Grogol dengan kondisi mengenaskan. Bagian bodi terpisah menjadi dua, sementara sisi depan ringsek parah akibat menghantam tiang di tepi jalan.

McLaren Baru Dimiliki Tiga Bulan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo Iptu Ardian Herlinanda mengatakan mobil tersebut merupakan McLaren 720S keluaran 2023 yang baru dimiliki Andra ST beberapa bulan terakhir. "Ya, jadi memang mobil baru dibeli, keluaran tahun 2023, kemudian sudah terdaftar di Samsat Sukoharjo. Ini kendaraan baru, tapi keluaran tahun 2023. Kemungkinan baru dibeli sekitar tiga bulan lalu, atas nama Andra sendiri," ujar Ardian. Mobil itu juga beberapa kali muncul dalam konten Andra ST sebagai streamer gim, khususnya Free Fire.

Terjadi Usai Nobar Sepak Bola

Kecelakaan terjadi di Jalan Solo-Wonogiri, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (8/7) sekira pukul 01.45 WIB. Berdasarkan keterangan pengemudi kepada polisi, Andra baru saja menghadiri acara nonton bareng sepak bola sebelum memutuskan berkendara menuju Solo bersama rekannya, Robby Adek Pantjoro. Ardian menjelaskan kronologi awal yang diperoleh dari hasil olah tempat kejadian perkara. "Kronologi awal, sudah kita tanya ke pengemudinya, jadi saudara Andra ini selesai kegiatan nonton bola. Berjalan dari arah selatan, niatnya itu mau jalan-jalan ke arah Solo. Kemudian setelah kena lampu merah di Telukan, Jalan Ciu, kemudian berjalan menurut keterangan dari pengemudi sementara ini, terjadi selip. Jadi ban-nya itu selip, tidak bisa menguasai kendaraan sehingga oleng ke kiri kemudian menabrak tiang," kata dia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Versi lain hasil penyelidikan sementara polisi juga menyebut kendaraan diduga kehilangan konsentrasi hingga akhirnya oleng. "Semula kendaraan melaju dari selatan menuju ke utara. Sampai di TKP, pengemudi KBM McLaren diduga kurang konsentrasi sehingga oleng ke kiri, berurutan menabrak pagar, tiang telepon, tiang listrik," ujar Ardian. Benturan yang sangat keras membuat bagian depan mobil terlepas dan terpental ke sisi jalan. "Aki terlempar mengenai pintu kaca Indomaret," lanjut Ardian. Akibat kecelakaan tersebut, tiang listrik PLN, tiang telepon, serta kaca minimarket Indomaret mengalami kerusakan. Meski begitu, tidak ada korban dari pihak minimarket.

Sebut Ban Belakang Pecah

Beberapa jam setelah kecelakaan, Andra ST akhirnya memberikan penjelasan melalui Instagram Story dari rumah sakit. Dengan bantuan selang oksigen, ia menegaskan kecelakaan bukan dipicu alkohol, melainkan masalah pada ban belakang. "Halo, teman-teman. Ini mau menginfokan untuk kecelakaan tadi bersama Bang Robby. Memang murni kecelakaan tunggal karena ban belakang bolong dari mobilnya nyelip karena memang kan kencang ya, torsinya tinggi jadi enggak bisa handling," ungkapnya. Ia juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut dirinya mengemudi dalam keadaan mabuk. "Terus selesai itu memang pengin jalan-jalan aja. Tidak dalam kondisi mabuk atau apa pun itu. Ini masih sadar kan diri, Alhamdulillah semua aman," tuturnya.

Dipastikan Bukan Sebab Alkohol

Beruntung kecelakaan tragis itu tidak sampai merenggut korban jiwa. Sejalan dengan pernyataan Andra, polisi menyatakan pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol maupun dalam kondisi mengantuk. "Kondisi pengemudi dalam keadaan fit. Tidak terpengaruh alkohol, maupun mengantuk," terang Ardian. Sebelumnya, Ardian juga mengatakan bahwa Andra mengaku berkendara tidak terlalu kencang, yakni dengan kecepatan di bawah 100 km/jam. Meski demikian, penyidik tetap akan melakukan tes urine terhadap Andra ST dan Robby sebagai bagian dari prosedur penyelidikan. "Rencana memang ada tes urine," kata Ardian kepada wartawan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Selamat Meski McLaren Terbelah Dua

Dalam kecelakaan tersebut, McLaren oleng ke kiri, berurutan menabrak pagar, tiang telepon hingga tiang listrik. Di dalam mobil terdapat dua orang, yakni Andra ST sebagai pengemudi dan Robby Adek Pantjoro sebagai penumpang. "Di dalam mobil ada dua orang, pengemudi sama temannya, si Robi," tambah Iptu Ardian. Meski kondisi mobil hancur, keduanya berhasil selamat dan tetap sadar saat dievakuasi menuju RS Indriati Solo Baru. Polisi mencatat Andra mengalami luka lecet di dahi, pipi kanan bengkak, nyeri pada kedua tangan serta kaki kiri. Sementara Robby mengalami nyeri dan lebam di dada, lecet di dahi kanan, serta pendarahan pada telinga kiri. Andra kemudian diperbolehkan menjalani rawat jalan, sedangkan Robby masih menjalani observasi. "Untuk keadaan pengemudi saat ini sudah diperbolehkan pulang. Dari hasil observasi dokter, untuk pengemudi bisa rawat jalan. Tapi untuk penumpang, saat ini masih observasi di rumah sakit," jelas Ardian. Melalui unggahannya, Andra juga memastikan kondisi mereka berdua terus membaik. "Untuk kondisi kita sama-sama aman. Kita habis nonton bola tadi kan streaming juga." Di akhir videonya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada rekannya dan tim. "Kondisi semua aman teman-teman, cuma perlu recovery aja. Mohon maaf untuk Bang Robby dan setim. Semoga semua baik-baik aja. Mohon maaf sebesar-besarnya guys. Terima kasih," ucapnya.

Kecelakaan Tunggal

Hingga kini Satlantas Polres Sukoharjo memastikan insiden tersebut masih dikategorikan sebagai kecelakaan tunggal. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat. "Jadi untuk hasil sementara, ini masih kecelakaan tunggal, murni kecelakaan tunggal. Tapi nanti untuk lebih rincinya masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut," jelas Ardian. Penyidik masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk menunggu hasil tes urine dan pemeriksaan teknis kendaraan untuk memastikan faktor yang menyebabkan supercar tersebut kehilangan kendali hingga akhirnya terbelah menjadi dua.