Groundbreaking PSEL Denpasar Raya Digelar di Pelabuhan Benoa
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyatakan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2027. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah minimal 1.200 ton sampah per hari dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dengan teknologi Waste-To-Energy. Kehadiran PSEL diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah, menekan emisi gas rumah kaca, serta mendukung keberlanjutan lingkungan dan pariwisata Bali.
Pernyataan Bupati Badung tentang Pentingnya PSEL
“Astungkara, groundbreaking PSEL yang telah lama kita nantikan akhirnya dapat terlaksana. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu bagi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” kata I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026). Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peletakan batu pertama PSEL Denpasar Raya di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, pada Rabu (8/7). Menurutnya, PSEL akan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap komitmen Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Harapan untuk Kelancaran Konstruksi dan Manfaat Luas
Bupati Adi Arnawa berharap fase konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan agar manfaatnya segera dirasakan. “Persoalan sampah selama ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk wisatawan mancanegara. Dengan hadirnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik ini, Bali menunjukkan keseriusannya menghadirkan solusi yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan Danantara dalam merealisasikan proyek ini. Harapannya, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengelolaan sampah, kualitas lingkungan, maupun sektor pariwisata,” tuturnya.
Pejabat yang Hadir dalam Groundbreaking
Prosesi groundbreaking tersebut turut dihadiri oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forkopimda Bali.
Pandangan Gubernur Bali dan Menteri
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut PSEL sebagai momentum transformasi nyata untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara itu, Zulkifli Hasan menyatakan proyek ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Menutup rangkaian acara, Menteri Investasi/CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat target konstruksi agar fasilitas ini siap beroperasi komersial tepat waktu di akhir tahun 2027.



