Ryan Al Ghifari, mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Andalas (Unand) yang dikenal berprestasi dan menciptakan aplikasi untuk organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), dilaporkan hilang misterius sejak November 2025. Hingga kini, pihak keluarga dan kampus terus berupaya mencari keberadaannya.
Kronologi Kepergian Ryan
Orang tua Ryan, Ade Melriza (47), menceritakan bahwa anaknya pergi dari rumah sekitar pukul 02.00 WIB pada 17 November 2025. Ade baru mengetahui Ryan tidak ada di rumah saat bangun pagi. "Saya tahu Ryan meninggalkan rumah saat subuh. Waktu bangun tidur, saya lihat pintu rumah tidak dikunci. Saya pikir papanya yang keluar untuk buang sampah. Namun saat saya hendak membangunkan adiknya, Ryan sudah tidak ada di kamar," kata Ade kepada wartawan, Selasa (14/7).
Ade menanyakan keberadaan Ryan kepada seluruh anggota keluarga, namun tidak ada yang mengetahui. "Saya tanyakan kepada semua yang ada di rumah, kepada kedua adiknya dan ayahnya. Mereka juga tidak tahu karena Ryan tidak memberi tahu akan pergi ke mana. Adiknya hanya tahu malam itu Ryan sempat mandi, setelah itu tidak tahu lagi ke mana perginya," ujarnya.
Barang Pribadi Tertinggal di Kamar
Merasa ada firasat buruk, Ade berusaha mencari petunjuk di kamar Ryan. Ia hanya menemukan laptop, telepon genggam, dompet berisi uang, serta kartu identitas Ryan yang masih berada di atas meja kamar. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pesan perpisahan.
Pada November 2025, saat sejumlah daerah di Sumatera Barat dan sebagian Pulau Sumatera dari Sumut hingga Aceh dilanda banjir bandang, orang tua Ryan sempat khawatir anaknya menjadi korban. Mereka mendatangi RS Bhayangkara dan menyerahkan sampel DNA untuk identifikasi korban banjir. "Saat itu saya ingin memastikan apakah anak saya menjadi korban bencana. DNA saya tinggalkan di RS Bhayangkara, tapi hasilnya tidak ada yang cocok," ujar Ade.
Mahasiswa Berprestasi dan Kreatif
Ryan dikenal sebagai mahasiswa berprestasi secara akademik dan memiliki kemampuan di atas rata-rata di bidang teknologi informasi. Mahasiswa angkatan 2022 itu bahkan menciptakan aplikasi khusus untuk pegawai dan OPD di lingkungan Pemprov Sumbar. Hal ini dikonfirmasi Sekretaris Unand, Aidinil Zetra. "Ryan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga sangat kreatif. Ia memiliki kemampuan yang bahkan melebihi teman-temannya," jelasnya. "Salah satunya saat mengembangkan aplikasi pelayanan publik untuk pemerintah daerah, dan hasilnya sangat memuaskan. Dari dokumen yang kami kumpulkan, Ryan juga memperoleh banyak penghargaan, termasuk dari pemerintah," sambung Aidinil.
Upaya Pencarian Terus Dilakukan
Pihak keluarga berharap Ryan segera ditemukan. Pihak kampus juga telah berusaha mencari, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Tidak diketahui motif atau penyebab kepergian Ryan. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.



