Kebakaran melanda sebuah gedung di Jalan Cikini Raya, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/8/2026). Imbasnya, jalan arah Cikini ditutup dan antrean bus Transjakarta mengular di sepanjang jalan. Proses pemadaman masih berlangsung hingga sore hari.
Penutupan Jalan dan Antrean Transjakarta
Pantauan detikcom di lokasi pukul 16.36 WIB menunjukkan lalu lintas arah Cikini ditutup total. Sekitar 8 bus Transjakarta terjebak dan tak bisa melaju, sehingga antrean mengular di jalanan tersebut. Kemacetan pun tidak terhindarkan di kawasan ini.
Petugas kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan warga tampak berjaga di titik persimpangan menuju arah Cikini. Mereka memberitahukan kepada pengendara bahwa jalan ditutup dan meminta mereka untuk berputar balik. Warga sekitar juga terlihat menyaksikan kebakaran dari tepi jalan.
Petugas Damkar Alami Kelelahan
Di tengah proses pemadaman, seorang petugas Damkar terlihat ditangani tim medis. Tim medis memasang selang oksigen ke petugas tersebut, diduga karena kelelahan atau menghirup asap. Kondisi ini menunjukkan betapa beratnya upaya pemadaman yang dilakukan.
Operasi Pemadaman Massif
Berdasarkan informasi dari Command Center Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Pusat, laporan kebakaran diterima pukul 14.45 WIB. Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 14.52 WIB. Damkar mengerahkan 70 personel dengan 18 unit mobil pemadam kebakaran (damkar).
"Pengerahan unit, 18 unit, 70 personel," tulis Sudin Damkar dalam keterangannya. Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Sebelumnya, asap hitam tampak membubung tinggi dari lokasi kejadian, dan beberapa orang dilaporkan sempat terjebak di atap gedung.
Dampak Lalu Lintas dan Imbauan
Penutupan jalan arah Cikini menyebabkan pengalihan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Proses pendinginan gedung masih terus dilakukan oleh petugas Damkar.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga Jakarta, mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan padat aktivitas. Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.



