Ipda Ruslan Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 Atas Pengabdian Luar Biasa di Palopo
Ipda Ruslan, seorang anggota polisi yang bertugas di Palopo, Sulawesi Selatan, telah diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026 karena pengabdiannya yang luar biasa kepada masyarakat. Prinsip hidupnya yang selalu ingin bermanfaat bagi orang lain mendorongnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada warga di wilayah tugasnya.
Dekat dengan Masyarakat dan Solutif
Sebagai Panit I Binmas Polsek Wara, Ipda Ruslan dikenal kerap hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Ketua RT di Wara, Muhammad Taufiq, menyebutkan bahwa Ipda Ruslan adalah sosok yang loyal dan dekat dengan warga. Bahkan, masyarakat pernah mengajukan surat kepada Kapolres Palopo agar Ipda Ruslan tidak ditarik dari tugasnya di Wara.
"Pernah itu dia ditarik Polres, tapi masyarakat menyurat kepada Kapolres untuk menarik kembali Aiptu Ruslan selaku Babinkamtibmas di wilayah kami," kata Taufiq. Ia menambahkan bahwa Ipda Ruslan selalu cepat menindaklanjuti aduan warga dan menyelesaikan masalah dengan berkoordinasi bersama tokoh masyarakat setempat.
Inovasi Motor Sampah dan Tenda Gratis
Ipda Ruslan tidak hanya aktif dalam penyelesaian konflik, tetapi juga menghadirkan solusi praktis untuk kebutuhan masyarakat. Pada tahun 2022, setelah mendengar keluhan warga tentang masalah sampah, ia membeli motor bekas seharga Rp 3 juta dan memperbaikinya dengan biaya Rp 10 juta dari kantong pribadi. Motor ini kemudian digunakan untuk memungut sampah di wilayah binaannya.
"Masyarakat sampaikan apa keluhannya, ternyata yang dikeluhkan masyarakat adalah sampah. Maka di situlah muncul inisiatif saya pengadaan motor sampah, motor sampah ini murni saya," ujar Ruslan. Sampah yang dikumpulkan dibawa ke kontainer yang disiapkan di beberapa titik untuk kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Selain motor sampah, Ipda Ruslan juga menyediakan tenda gratis untuk acara hajatan atau kedukaan. Ide ini muncul setelah ia mengetahui bahwa warga harus membayar hingga Rp 3 juta untuk sewa tenda. Dengan mengeluarkan biaya lebih dari Rp 20 juta, ia membeli tenda yang terbuat dari besi anti karat untuk meringankan beban masyarakat.
Peran sebagai Polisi Santri
Di luar pengabdiannya, Ipda Ruslan juga termasuk dalam Polisi Santri yang ditetapkan oleh Polda Sulsel. Sejak tahun 2016, ia mengikuti pelatihan untuk melakukan pendekatan ke masyarakat berbasis keagamaan. Tugasnya meliputi mengisi ceramah hingga melayani pengurusan jenazah secara gratis.
"Kami polisi santri untuk melakukan pembinaan, itu yang dirasakan sekali orang tua," imbuh Ruslan. Ia menceritakan bahwa dampak kehadiran Polisi Santri sangat terasa, terutama dalam membina anak-anak yang terlibat perbuatan negatif untuk disekolahkan kembali.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Atas dedikasinya, Ipda Ruslan mendapatkan apresiasi dari Kapolda Sulsel dan Kapolres Palopo. Ia berharap tugasnya di Palopo dapat meningkatkan citra kepolisian dan terus bermanfaat bagi masyarakat. "Ke depannya kami pikirkan bagaimana bisa bermanfaat kepada masyarakat terutama pengadaan tenda gratis ditambah lagi, kan biasa ada kedukaan, atau ada acara. Kemudian pembinaan kepada anak-anak kecil di bawah umur yang pelaku tindak pidana," kata Ruslan.
Ipda Ruslan menegaskan bahwa semua yang dilakukannya semata-mata untuk membantu masyarakat tanpa tendensi apapun. "Harapan saya ini mudah-mudahan apa yang saya lakukan, ini inovasi semata-mata karena ikhlas karena Allah mudah-mudahan bisa berjalan terus," ujarnya. Pengabdiannya ini sebelumnya juga telah diberitakan dalam program Hoegeng Corner 2025, menunjukkan konsistensinya dalam melayani warga.



