Aksi seorang pencopet dalam bus Transjakarta (TransJ) berakhir di kantor polisi setelah dipergoki oleh penumpang lain. Pelaku langsung diturunkan dari bus dan diserahkan ke Polsek Metro Gambir pada Selasa malam, 4 Agustus 2026. Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agus Adi Wijaya, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya.
Kronologi Kepergoknya Copet di Dalam Bus TransJ
Peristiwa ini terjadi di Halte Pecenongan, Jakarta Pusat. Sebuah bus TransJ tiba-tiba berhenti lebih lama dari biasanya setelah terjadi keributan di dalam bus. Dari video yang beredar di media sosial, terdengar suara seorang pria berteriak dari dalam bus, menandakan adanya aksi kejahatan yang sedang terjadi.
Tidak lama kemudian, seorang petugas keluar dari bus sambil menggiring seorang pria yang diduga sebagai pencopet. Pria tersebut terus dipegang oleh petugas. Di belakangnya, seorang pria lain mencoba menendang terduga copet tersebut, namun upaya itu berhasil dicegah oleh sejumlah penumpang yang berada di halte.
Pengakuan Pelaku dan Proses Hukum
Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agus Adi Wijaya, membenarkan peristiwa tersebut saat dimintai konfirmasi pada Rabu, 5 Agustus 2026. "Iya, semalam diamankan di Polsek Gambir," ujar Agus. Ia menjelaskan bahwa terduga pelaku telah diperiksa dan mengakui telah melakukan pencopetan di dalam bus TransJ.
"Terbukti copet. (Pelaku) sudah mengakui. (Saat ini) dalam proses," tuturnya. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Polsek Metro Gambir untuk memproses kasusnya lebih lanjut.
Viral di Media Sosial dan Respons Publik
Aksi copet yang kepergok ini menjadi viral di media sosial setelah video kejadiannya tersebar luas. Banyak warganet yang mengapresiasi keberanian penumpang yang berani mempergoki dan melaporkan aksi pencopetan tersebut. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi pengguna TransJ untuk tetap waspada terhadap aksi kejahatan di transportasi umum.
Sebelumnya, pada hari yang sama, beredar pula berita tentang sopir Mikrotrans yang dipecat setelah ngebut dan menabrak lansia di Tomang. Kejadian-kejadian ini menunjukkan pentingnya keamanan dan kenyamanan dalam layanan transportasi umum di Jakarta.
Imbauan Kepolisian dan Langkah Antisipasi
Polsek Metro Gambir mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika melihat atau mengalami tindak kejahatan di transportasi umum. Kerja sama antara penumpang dan petugas sangat penting untuk mencegah aksi kriminalitas seperti pencopetan.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi pengelola TransJ untuk meningkatkan pengawasan di dalam bus dan halte, serta memastikan respons cepat terhadap setiap gangguan keamanan. Dengan demikian, diharapkan transportasi umum di Jakarta semakin aman dan nyaman bagi semua pengguna.



