Brigpol Kamaludin Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 Atas Dedikasi di NTB
Sejumlah warga Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengusulkan Brigpol Kamaludin untuk penghargaan Hoegeng Awards 2026. Usulan ini muncul karena dedikasi tinggi Bhabinkamtibmas tersebut dalam memberdayakan masyarakat setempat, khususnya melalui program pertanian dan peternakan yang bertujuan mengatasi masalah pengangguran.
Dukungan Warga dan Program Pemberdayaan
Wiwin Sulastri, salah satu pengusul, menyatakan bahwa Brigpol Kamaludin sangat peduli terhadap kesejahteraan warga desa. Dia memberikan bibit gratis untuk bertani dan beternak, sehingga warga dapat hidup mandiri. "Sudah lama beliau bagikan bibit, kalau dilihat ada mau berternak dikasih bibit, kalau misalnya yang mau nanam dikasih bibit cabai, terong, pokoknya sayur-mayur," kata Wiwin dalam kesaksiannya.
Wiwin menambahkan bahwa Brigpol Kamaludin tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga melakukan pendampingan hingga pemasaran hasil panen. "Sangat berdampak ke bidang perekonomian, karena itu kan bisa dijual, kalau sudah ada telornya biasanya dieramin, kalau udah besar dijual, kadang telornya dijual. Kadang bibit kunyit, pas panen dibantu untuk jual ke pasar," ujarnya. Program ini masih berjalan dan telah membantu ratusan warga.
Kisah Sukses Warga yang Diberdayakan
Bambang Akbar, warga lain yang diusulkan, adalah contoh nyata keberhasilan program ini. Dulu pengangguran, kini dia telah memiliki lahan pertanian seluas 3 hektare dan mengelola peternakan ayam serta bebek. "Dulu saya pengangguran, kini saya bisa ajak warga sekitar yang bekerja di lahan yang baru itu, bisa kita sewa orang lagi, bisa bantu orang lagi, ada perputaran ekonomi," kata Bambang.
Dari usaha pertanian dan peternakan, Bambang dapat memperkerjakan 8 hingga 10 orang selama masa tanam dan panen. Dia juga mengembangkan jamur bonggol jagung, yang hasil penjualannya digunakan untuk membeli motor. "Saya kan dulu motor aja ndak punya, cuma pengangguran, tiap hari, duduk, tidur, kaum rebahanlah istilahnya. Tapi sekarang berkat Pak Kamal, usaha saya ayam pedaging, bebek pedaging, terus usaha holti, cabai, padi, jagung," ungkapnya.
Strategi dan Dampak Program
Brigpol Kamaludin memulai program ini pada tahun 2021 dengan pendekatan yang berbeda dari program pemerintah sebelumnya. Dia memberikan bibit ayam dan bebek dengan umur minimal 2-3 minggu untuk memastikan kelangsungan hidup. "Saya jor-joran sejak ada perintah Polri ketahanan pangan, baru saya targetkan 100 ekor per bulan. Saya ngasihnya nggak yang kecil, itu yang kelemahan program selama ini dari pemerintah," jelas Kamaludin.
Hingga saat ini, program ini telah membina 226 peternak dan 120 petani, serta 11 pelaku UMKM. Perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp 30-40 juta per bulan. Kamaludin menekankan bahwa ekonomi tumbuh dari hal-hal kecil di desa. "Ekonomi itu tumbuh dari desa, dari hal-hal kecil, karena bagi saya, mungkin harapan juga, saya ingin lihat masyarakat itu sejahtera. Kalau sejahtera, kan ekonomi aman," pungkasnya.
Brigpol Kamaludin juga merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025, menunjukkan konsistensi dedikasinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.