Benda Mirip Torpedo di Perairan NTB Diverifikasi Steril dari Bahan Peledak
Benda Mirip Torpedo di NTB Diverifikasi Steril dari Bahan Peledak

Benda Mirip Torpedo di Perairan NTB Diverifikasi Steril dari Bahan Peledak

Tim Gegana Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap benda asing yang menyerupai torpedo yang mengapung di perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. Hasil investigasi awal secara tegas menyatakan bahwa objek tersebut tidak mengandung bahan peledak maupun zat radioaktif berbahaya.

Pemeriksaan Intensif dengan Teknologi Canggih

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan dilakukan langsung dari pesisir pantai tempat evakuasi sementara pada Senin siang, 6 April 2026. Tim Gegana menggunakan alat deteksi bahan peledak Kerber T serta detektor radioaktif RIIDEye X untuk memastikan keamanan objek tersebut.

"Hasil awal memastikan benda tersebut steril dari bahan peledak dan radioaktif," tegas Agus Purwanta seperti dilansir dari Antara, Selasa (7/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Karakteristik Fisik dan Identifikasi Awal

Benda berwarna hitam tersebut memiliki dimensi yang cukup signifikan dengan panjang sekitar 3,7 meter dan diameter kurang lebih 70 sentimeter. Berdasarkan pemeriksaan visual, objek ini lebih menyerupai perangkat survei atau observasi bawah laut daripada senjata militer.

Beberapa ciri khas yang teramati pada badan benda antara lain:

  • Sejumlah perangkat elektronik yang terpasang di sekujur permukaan
  • Tulisan huruf Mandarin yang menyerupai labelisasi produk
  • Akronim CSIC dengan latar belakang biru
  • Angka tujuh dengan warna yang sama yang tampak seperti logo

Penelusuran Asal Usul dan Penanganan Lanjutan

Hasil penelusuran mengindikasikan bahwa singkatan CSIC merujuk pada PT China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), perusahaan galangan kapal milik China yang dikenal sebagai produsen utama peralatan maritim. Meskipun demikian, identifikasi teknis yang lebih mendalam masih diperlukan.

Kapolres Lombok Utara menjelaskan bahwa penanganan lanjutan telah diserahkan kepada Pangkalan TNI AL Mataram untuk proses identifikasi yang lebih komprehensif. "Kami serahkan ke TNI AL untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi teknis secara mendalam," jelas Agus Purwanta.

Kronologi Penemuan

Benda asing tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat saat sedang menjaring ikan di perairan Gili Trawangan pada Senin, 6 April 2026. Penemuan ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sebelum akhirnya diverifikasi aman oleh tim Gegana Brimob Polda NTB.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap objek-objek asing di perairan Indonesia, sekaligus menunjukkan kesiapan aparat keamanan dalam menangani potensi ancaman dengan prosedur yang tepat dan teknologi yang memadai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga