Aipda Agung Ginanjar, Inisiator Program Inovatif Polsek Pandeglang, Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026
Aipda Agung Ginanjar Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026

Aipda Agung Ginanjar, Inisiator Program Inovatif Polsek Pandeglang, Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026

Kasium Polsek Pandeglang, Aipda Agung Ginanjar, telah menunjukkan peran signifikan dalam mengembangkan layanan kepolisian yang inovatif di wilayahnya. Dia tidak hanya menggagas tetapi juga secara aktif menjalankan dua program utama: Taman Edukasi Lalu Lintas dan SKCK Delivery di Polsek Pandeglang. Berkat ide dan aksinya yang berdampak positif, Aipda Agung kini diusulkan menjadi kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh Zahrotul Janah, salah satu kepala sekolah TK di Pandeglang.

Dukungan dari Dunia Pendidikan

Zahrotul Janah, yang pernah membawa murid-muridnya berkunjung ke Taman Edukasi Lalu Lintas, mengungkapkan alasan di balik usulan tersebut. "Kami di sekolah memiliki program puncak tema yang mengharuskan anak-anak belajar di luar kelas, salah satunya adalah tema pekerjaan atau profesi. Kebetulan kami inisiatif kunjungan ke polisi untuk mengenalkan cara kerja polisi," kata Zahro kepada detikcom, Senin (9/2/2026). Dalam dua tahun terakhir, sekolahnya rutin mengunjungi taman edukasi tersebut, dan Aipda Agung dinilai sebagai pelopor yang menjalankan tugas dengan sangat baik.

Zahro menambahkan, "Anak-anak diedukasi dengan luar biasa oleh Aipda Agung. Penerimaannya sangat ramah, penyampaian materi mudah dipahami, sehingga kerja sama kami berlanjut hingga tahun-tahun mendatang." Kunjungan ke Taman Edukasi Lalu Lintas ini juga sangat mudah diakses: sekolah cukup mengirim surat permohonan dan menyesuaikan tanggal, tanpa dipungut biaya sama sekali. "Alhamdulillah, gratis sepenuhnya," ujarnya.

Detail Program Taman Edukasi Lalu Lintas

Aipda Agung Ginanjar, yang juga merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025, menjelaskan awal mula ide program ini. "Ide muncul karena lokasi Polsek kami memungkinkan untuk dibuat Taman Edukasi Lalu Lintas, dengan marka jalan dan rambu-rambu," katanya pada Jumat (3/10/2025). Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman sejak dini tentang ketertiban berlalu lintas kepada anak-anak TK dan PAUD, yang didukung penuh oleh pimpinan dan rekan-rekannya di Polsek Pandeglang.

Program ini diwujudkan secara swadaya bersama Bhabinkamtibmas, dengan fasilitas dilengkapi dari sumber daya internal. Pada tahun 2023, banyak sekolah TK/PAUD berkunjung tanpa biaya, hanya dengan surat permohonan. Namun, operasional sempat dihentikan sementara pada 2024 karena fokus pada pengamanan Pemilu Serentak, dan baru dilanjutkan kembali pertengahan 2025. "Pertengahan tahun ini baru ada dua sekolah yang berkunjung, kemungkinan akan meningkat pada akhir 2026," jelas Agung.

Inovasi SKCK Delivery

Setelah Taman Edukasi Lalu Lintas, Aipda Agung menggagas program SKCK Delivery untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polsek Pandeglang, yang mencakup dua kecamatan: Marjasari dan Pandeglang. Program ini memungkinkan warga mengajukan permohonan SKCK secara online dengan mengisi formulir, mengunggah dokumen, dan membayar Rp 30.000 via QRIS sesuai tarif PNBP.

"Setelah pembayaran, SKCK dicetak dan Bhabinkamtibmas setempat mengantarkannya ke alamat pemohon tanpa biaya tambahan atau ongkir," tegas Agung. Meski demikian, program ini belum banyak dimanfaatkan, dengan hanya sekitar 15 warga yang menggunakan layanan sejak diluncurkan. "Mungkin karena ketidaktahuan atau rasa sungkan," ujarnya.

Penghargaan dan Harapan ke Depan

Meski partisipasi masyarakat masih terbatas, inovasi Polsek Pandeglang ini telah meraih penghargaan dari Kompolnas pada 2024, menjadikannya salah satu dari 10 Polsek terbaik se-Indonesia. Zahro berharap fasilitas Taman Edukasi Lalu Lintas dapat ditingkatkan, terutama untuk kegiatan outdoor yang lebih kondusif, termasuk tempat peneduh agar aktivitas tetap bisa dilakukan saat hujan.

Dengan dedikasi dan inovasi yang terus dikembangkan, Aipda Agung Ginanjar tidak hanya memperkuat layanan kepolisian tetapi juga membangun hubungan positif dengan masyarakat, khususnya dalam pendidikan anak usia dini.