Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani meminta pria berinisial MY (34) yang mengirimkan ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk mendapat sanksi tegas. Rany menegaskan bahwa tindakan MY yang mengaku hanya bercanda sama sekali tidak lucu dan tidak dapat ditoleransi.
Permintaan Sanksi Jera
“Kalau sudah didapat pelakunya dan sudah diamankan mohon diberi sanksi yang berefek jera. Jangan sekedar minta maaf, damai, lalu sudah diselesai meski alasannya bercanda, karena bercandanya tidak lucu dan bukan pada tempatnya,” kata Rany kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Rany mengkhawatirkan jika kasus ini diselesaikan secara damai, kejadian serupa bisa terulang kembali, bahkan ancaman yang dilontarkan mungkin tidak lagi sekadar bercanda. Ia berharap aparat penegak hukum tidak ragu untuk menindak MY sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Tentunya kita bertanggung jawab atas nyawa, keamanan dan kenyamanan siswa-siswi di sekolah,” ucapnya.
Dukungan dari Anggota DPRD Lainnya
Senada dengan Rany, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Taufik Zoelkifli juga mendesak agar pelaku MY mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Menurut Taufik, ulah MY telah menimbulkan ketakutan di kalangan murid dan guru di sekolah tersebut.
“Menurut saya tetap pelakunya harus bertanggung jawab secara hukum, jadi jangan karena iseng terus dilepas, enggak ya. Harus bertanggung jawab secara hukum,” ujar Taufik.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak bercanda secara berlebihan dan tidak menyepelekan ancaman kriminal seperti teror bom. “Saya imbau masyarakat jangan iseng-iseng yang keluar batas, jadi masalah-masalah keamanan bom kemudian ancaman yang kriminal itu, jangan dibuat sebagai iseng-iseng,” imbuhnya.
Kronologi Kejadian
Diberitakan sebelumnya, pelaku MY mengaku iseng saat mengirimkan ancaman teror ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pesan ancaman tersebut diterima oleh salah seorang guru dan pegawai tata usaha (TU) sekolah. Pelaku bahkan sempat melakukan panggilan telepon karena pesan ancamannya tidak dibalas. Dalam pesannya, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.
Berikut isi ancaman yang dikirimkan:
SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!
Ancaman tersebut diterima saat siswa sedang melaksanakan upacara pagi. Setelah dilakukan penyisiran oleh Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi. Pelaku saat ini masih berstatus sebagai saksi. Polisi berencana memeriksa kejiwaan pelaku untuk memastikan motif di balik teror ancaman bom tersebut.



