Polisi mengamankan seorang remaja yang diduga melakukan pencabulan terhadap bocah di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kasus ini viral di media sosial setelah beredar kabar bahwa pelaku menggunakan modus mengajak korban bermain game di rumahnya. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan bahwa terduga pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kronologi Penangkapan
Peristiwa dugaan kekerasan seksual ini terjadi pada Mei 2026. Polisi menerima laporan pada Rabu, 15 Juli 2026, dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Setibanya di lokasi, polisi didampingi oleh Ketua RT, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta warga sekitar. Terduga pelaku yang masih berstatus anak-anak kemudian dibawa ke Mapolsek Jagakarsa.
"Kami mengamankan yang diduga pelaku untuk dibawa dan dilakukan pemeriksaan ke Mapolsek," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (16/7/2026). Ia menambahkan bahwa proses pengamanan dilakukan karena wilayah kejadian berada di Jagakarsa.
Pengembangan Kasus dan Barang Bukti
Polisi akan menindaklanjuti kasus ini dengan pengembangan penyelidikan, termasuk mencari alat bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana. Salah satu bukti yang diincar adalah rekaman CCTV di sekitar lokasi. "Tindak lanjuti pasti, kemudian pasti kita kembangkan, mencari barang bukti. Kemudian, CCTV yang bisa kita jadikan hal yang menunjukkan bahwa adanya pelaku dan korban," tutur Nurma.
Polisi juga mengapresiasi kerja sama Ketua RT dan warga yang kooperatif dalam penanganan kasus ini, termasuk menyerahkan anak yang diduga sebagai pelaku kepada pihak kepolisian. Terduga pelaku kini telah diserahkan ke penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya.
Klarifikasi Jumlah Korban
Beredar kabar bahwa terdapat 10 anak yang menjadi korban pencabulan. Namun, polisi mengklarifikasi bahwa hingga saat ini baru satu korban yang melapor. "Kasus ditangani di PPA Polda Metro Jaya. Dan korban bukan 10 orang ya, baru satu orang yang lapor," kata Kasi Humas Polres Metro Jaksel, AKP Joko Adi Wibowo.
Meski demikian, penyidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah ada korban lain yang belum melapor. Polisi terus mendalami modus operandi pelaku yang diduga mengajak korban bermain game di rumahnya sebelum melakukan aksi pencabulan.



