Viral Guru ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga karena Dugaan Pelecehan Anak
Viral Guru ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga menggeruduk rumah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) guru perempuan di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang anak yatim-piatu yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD).

Kronologi Penggerudukan

Dalam video yang beredar pada Kamis (23/7/2026), tampak puluhan warga berkumpul di depan rumah ASN tersebut. Tak lama kemudian, seorang wanita berseragam ASN bersama seorang pria yang disebut sebagai suaminya dikeluarkan dari rumah. Warga yang sudah menunggu langsung meluapkan kemarahan dengan melayangkan beberapa pukulan kepada pasangan suami istri tersebut.

Narasi dalam video viral menyebutkan, "Heboh di Tanjungbalai guru PNS diduga bawa murid laki-laki kepada suaminya untuk disodomi." Informasi ini menyebar cepat dan memicu kemarahan warga setempat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konfirmasi dari Kepala Lingkungan

Kepala Lingkungan (Kepling) V Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Sadam Husein, membenarkan peristiwa penggerudukan yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) malam. Menurutnya, warga mendatangi rumah tersebut setelah mendengar informasi mengenai dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur.

"Benar, terjadi keramaian di sini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan asusila terhadap anak di bawah umur," kata Sadam saat dihubungi.

Pemicu Kericuhan

Sadam menjelaskan bahwa kericuhan yang terjadi diduga dipicu oleh adu argumen antarmasyarakat, yang kemudian mengundang perhatian warga lain untuk berdatangan ke lokasi. "Kalau kericuhan ini diduga akibat adanya adu argumen, sehingga masyarakat berdatangan. Kalau yang kami lihat, ini masyarakat sekitar yang datang ke sini," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku demi keadilan bagi korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga