Pria Bawa Senapan Angin di Gunung Dempo, Ancam Enam Pendaki
Pria Bawa Senapan Angin di Gunung Dempo, Ancam Pendaki

Seorang pria berinisial R membawa senapan angin saat mendaki Gunung Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan, pada akhir Juli 2026. Pelaku diduga mengancam dan memaksa enam pendaki lainnya untuk berendam di air serta melepaskan pakaian mereka. Beruntung, para korban berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka fisik.

Kronologi Kejadian

Insiden ini terungkap setelah laporan dari para pendaki diterima oleh Ketua Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) Dian Saputra. Tim gabungan yang terdiri dari Brigade, Basarnas, BNPB, dan TNI segera melakukan pendakian untuk menyisir area gunung. Pada Senin, 27 Juli 2026 siang, pelaku berhasil diamankan beserta senapan angin yang dibawanya.

Menurut Dian Saputra, enam pendaki tersebut dipukuli, disuruh berendam, dan melepaskan pakaian. "Semalam ada 6 pendaki yang dipukuli, disuruh berendam dan melepaskan pakaiannya. Namun mereka bisa menyelamatkan diri. Berkat kesigapan kita dan tim alhamdulillah tidak ada korban," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengamanan Pelaku dan Kondisi Psikologis

Setelah diamankan, pelaku yang merupakan warga Kabupaten Lahat itu langsung diserahkan kepada pihak keluarganya. Senapan angin yang dibawanya diketahui tidak dapat digunakan karena tidak memiliki angin. Dian Saputra menyatakan, berdasarkan keterangan keluarga, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. "Amen uji keluargenye memang sandi kecik lah diiringkah puyang (kata keluarganya memang sudah dari kecil sudah diikuti puyang atau leluhur). Untuk senapan angin tersebut tidak dapat digunakan karena tidak ada anginnya," jelasnya.

Gangguan jiwa yang dialami pelaku diduga menyebabkan ia merasa selalu diikuti oleh punyang atau leluhur, sehingga bertindak agresif terhadap pendaki lain. Tim gabungan memastikan bahwa situasi di Gunung Dempo telah kembali aman.

Dampak dan Tindak Lanjut

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pendaki untuk selalu waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Meskipun tidak ada korban jiwa, pengalaman traumatis dialami oleh enam pendaki yang menjadi target. Pihak Brigade bersama instansi terkait terus memantau kondisi keamanan di kawasan gunung.

Kejadian serupa sebelumnya juga pernah viral di Gunung Rinjani, di mana seorang pendaki membawa dan menyembelih sapi. Pengelola Rinjani menegaskan hal tersebut merupakan tindakan terlarang. Kasus di Gunung Dempo ini menambah daftar insiden yang melibatkan pendaki dengan perlengkapan berbahaya.

Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan tidak ragu mencari bantuan jika mengalami gejala gangguan jiwa. Penanganan dini dapat mencegah tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga