Polisi mengungkap kasus penemuan jenazah bayi perempuan di teras sebuah klinik di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pelaku pembuangan, yakni wanita berinisial E (38), diketahui merupakan ibu kandung korban dan telah ditangkap oleh Tim Reskrim bersama Unit PPA Satreskrim Polres setempat.
"Tim Reskrim bersama Unit PPA Satreskrim Polres melakukan penyisiran mencari terduga pelaku dan diketemukanlah terduga pelaku berada di puskesmas Pondok Aren," ujar Kapolsek Pondok Aren, Kompol Anne Rose Agrippina Putri, kepada wartawan pada Kamis (30/7/2026).
Pengakuan Pelaku: Hamil di Luar Nikah, Coba Aborsi
Pelaku mengaku mengandung bayi di luar pernikahan dengan pacarnya, seorang pria berinisial A. Sejak mengetahui kehamilannya pada Desember 2025 melalui tes pack mandiri, E mengaku telah berupaya menggugurkan kandungannya. Ia mengonsumsi jamu sebanyak lima kali saat usia kandungan dua minggu dalam upaya abortus tersebut. Namun, usaha itu gagal.
"Pelaku diketahui hamil sejak bulan Desember 2025 pada saat melakukan test pack mandiri. Pada usia kandungan 2 minggu terduga pelaku sempat mengkonsumsi jamu sebanyak 5 kali untuk menggugurkan kandungannya. Tetapi tidak berhasil sehingga akhirnya terduga pelaku melahirkan di teras klinik," jelas Kompol Anne.
Hingga saat ini, pelaku masih menjalani perawatan medis dan diperiksa sebagai saksi. Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman kasus, termasuk kemungkinan motif lebih lanjut dan dugaan pelanggaran hukum terkait pembuangan jenazah.
Penemuan Jenazah Bayi oleh Perawat
Jenazah bayi perempuan itu pertama kali ditemukan pada Rabu (29/7) sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Saat ditemukan, bayi diduga baru saja dilahirkan karena masih terdapat tali pusar dan darah yang menempel. Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengonfirmasi keadaan tersebut.
"Baru lahir, masih ada tali pusarnya sama ada darah-darah semacamnya ya," kata AKBP Boy Jumalolo, Rabu (29/7).
Saksi pertama adalah seorang perawat di klinik tersebut yang kemudian melaporkan penemuan itu ke polisi. "Itu kan di teras klinik itu, lalu ada saksi, ada dua orang saksi itu melaporkan kejadian kepada petugas kepolisian Polsek itu," pungkas Kapolres.
Polisi masih menyelidiki lebih lanjut kondisi kesehatan pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Selain itu, aparat juga menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian bayi. Kasus ini menambah daftar panjang temuan bayi dibuang di wilayah Jabodetabek. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan serupa dan segera melapor jika mengalami kesulitan terkait kehamilan.



