Dua Wanita di Parepare Berkelahi di Jalan karena Rebutan Pria, Viral di Medsos
Dua Wanita di Parepare Berkelahi karena Rebutan Pria

Dua Wanita di Parepare Berkelahian di Jalan karena Rebutan Pria, Viral di Medsos

Sebuah insiden perkelahian antara dua wanita di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah video adu jotos mereka beredar luas di berbagai platform media sosial. Peristiwa yang terjadi di jalan umum ini dipicu oleh perselisihan memperebutkan perhatian seorang pria, yang berujung pada aksi saling jambak dan tarik-menarik baju di hadapan warga sekitar.

Lokasi dan Waktu Kejadian

Insiden perkelahian ini terjadi pada hari Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 17.40 Wita, di Jalan Bulu Batue, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Lokasi yang merupakan jalan umum tersebut dengan cepat dipadati oleh warga dan pengendara yang menyaksikan langsung adu fisik antara kedua wanita tersebut.

Detil Aksi Perkelahian

Dari video yang beredar, terlihat jelas kedua wanita terlibat dalam aksi saling piting, menarik baju satu sama lain, serta saling menjambak rambut dengan intensitas yang cukup keras. Suasana di lokasi semakin ricuh karena warga yang menyaksikan justru menyoraki kedua wanita yang berkelahi, tanpa ada upaya signifikan untuk melerai atau meredakan ketegangan yang terjadi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Salah seorang warga bernama Kifli mengaku merekam video perkelahian tersebut saat kebetulan melintas di lokasi kejadian. "Kan itu jalan umum, jadi saya lewat sana. Pas lewat, ada orang berkelahi jadi saya singgah video-kan," ujar Kifli seperti dilansir dari detikSulsel. Ia juga menambahkan bahwa menurut informasi dari orang-orang di sekitar lokasi, pemicu perkelahian adalah masalah persaingan memperebutkan seorang cowok.

Respons dari Kepolisian

Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian Resor (Polres) Parepare menyatakan belum menerima laporan resmi terkait insiden perkelahian tersebut. Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Agus Purwanto, menegaskan bahwa pihaknya menganggap belum ada pihak yang merasa dirugikan secara formal, sehingga tidak ada laporan yang masuk ke institusi kepolisian setempat.

"Belum ada laporannya yang masuk," tegas AKP Muh Agus Purwanto. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun peristiwa tersebut viral di media sosial dan menjadi bahan pembicaraan publik, namun secara hukum belum ada langkah lebih lanjut yang diambil oleh aparat penegak hukum karena tidak adanya pengaduan dari pihak-pihak yang terlibat.

Dampak dan Reaksi Publik

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial, memicu berbagai komentar dan tanggapan dari netizen. Banyak yang mengkritik aksi warga yang lebih memilih untuk menyoraki daripada melerai perkelahian, sementara lainnya menyoroti aspek hubungan personal yang menjadi akar masalah. Insiden ini juga mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan bijaksana, terutama di ruang publik yang dapat mempengaruhi ketertiban umum.

Kejadian di Parepare ini menjadi contoh nyata bagaimana perselisihan pribadi dapat eskalasi menjadi tontonan publik yang tidak hanya merusak reputasi individu yang terlibat, tetapi juga mengganggu ketenangan lingkungan sekitar. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga