Cewek Open BO Tanya AI Cara Tenang Hadapi Polisi Usai ASN Lompat dari Lantai 12
Cewek Open BO Tanya AI Cara Hadapi Polisi Usai ASN Lompat

Polrestabes Medan mengungkapkan bahwa seorang ASN Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias berinisial AL (27) diduga melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview di Medan setelah menjadi korban pemerasan oleh dua wanita open BO berinisial FR (31) dan JS (29). Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 10 Juli 2026, dini hari. Yang mengejutkan, setelah korban melompat, salah satu pelaku, FR, justru berkonsultasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari tahu cara menghadapi penyelidikan polisi.

Konsultasi AI Usai Kejadian

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengungkapkan bahwa FR menggunakan AI untuk menanyakan proses penyelidikan polisi. "Jadi, setelah kejadian itu, FR ini sempat berkonsultasi AI," kata Adrian saat konferensi pers, Rabu (15/7/2026). Pertanyaan yang diajukan FR antara lain: 'Berapa hari kita akan dipanggil ke kantor polisi sebagai saksi dari waktu kejadian?', 'Kalau ada orang bunuh diri, kita di TKP, berapa lama kita dipanggil?', 'Kalau satu minggu setelah kejadian, kita tidak dipanggil oleh polisi, apakah kita sudah di posisi aman atau belum?', dan 'Gimana cara supaya tenang menghadapi nanti kalau kita dipanggil polisi?'. Hal ini menunjukkan upaya pelaku untuk mengelabui penyidik.

Kronologi Pemerasan dan Lompatan Korban

Korban AL datang dari Kabupaten Nias ke Kota Medan untuk mengambil Surat Keputusan (SK) ASN-nya. Pada Kamis, 9 Juli 2026, korban menginap di Apartemen Skyview lantai 12. Keesokan harinya, Jumat 10 Juli 2026, antara pukul 00.00 hingga 03.00 WIB, korban berteleponan dengan pacarnya. Setelah selesai, korban membuka aplikasi MiChat untuk mencari wanita open BO. Sekitar pukul 03.30 WIB, korban menghubungi pelaku FR melalui MiChat dan memintanya datang ke apartemen. Namun, FR datang bersama temannya, JS.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Pukul 04.21 WIB, kedua tersangka ini tiba di hotel dan menunggu di lobby. Lalu, pukul 04.23 WIB, korban dari lantai atas menjemput si kedua tersangka di lobby," jelas Adrian. Setelah bertemu, diduga terjadi pemerasan yang berujung pada keputusasaan korban hingga melompat dari lantai 12. Polisi masih mendalami motif pasti dan jumlah uang yang diperas, namun kasus ini menyoroti bahaya transaksi online ilegal dan dampak psikologis korban pemerasan.

Proses Hukum dan Imbauan

Polrestabes Medan telah menangkap kedua tersangka dan menjerat mereka dengan pasal tentang pemerasan dan menyebabkan kematian. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk waspada terhadap praktik open BO yang kerap berujung pada tindak kriminal. Adrian mengimbau agar korban pemerasan segera melapor ke polisi, bukan mengambil langkah nekat. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki kemungkinan tersangka lain dan mendalami riwayat chat di aplikasi MiChat. Publik menanti perkembangan kasus ini yang telah menggemparkan Kota Medan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga