Kronologi Kebakaran di Maros
Seorang anak berusia 4 tahun di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas setelah terjebak kebakaran yang melanda rumahnya. Peristiwa tragis ini terjadi pada dini hari tadi, saat sang ayah tengah asyik menonton pertandingan Piala Dunia.
Korban yang masih balita itu awalnya tertidur lelap di kamarnya. Sang ayah, Jirman (45), sedang menonton siaran langsung Piala Dunia di ruang tamu. Saat api mulai membesar, keluarga panik dan berusaha menyelamatkan diri tanpa menyadari bahwa sang buah hati masih tertinggal di dalam rumah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros, Jufri Samad, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. “Korban sedang tertidur. Saat api membesar, keluarga dalam keadaan panik dan tidak sadar bahwa anak mereka masih di dalam,” ujarnya.
Keluarga Panik dan Lupa Selamatkan Anak
Menurut Jufri, keluarga korban tidak sempat menyelamatkan harta benda karena panik. Satu unit sepeda motor milik Jirman juga ikut hangus terbakar. “Mereka panik dan spontan keluar, sehingga lupa dengan anaknya,” tambahnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar. Sementara tiga anggota keluarga lainnya berhasil selamat. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan saat menonton acara televisi, terutama di malam hari.
Imbauan dari Damkarmat Maros
Damkarmat Maros mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan peralatan elektronik menyala. “Jangan lengah, pastikan kompor dan peralatan listrik dalam keadaan mati sebelum tidur,” pesan Jufri.
Kebakaran ini menjadi tragedi kedua yang melibatkan kelalaian saat menonton Piala Dunia. Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi di daerah lain. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang.



