60 Ribu Anak Gaza Kehilangan Orang Tua Sejak Oktober 2023
60 Ribu Anak Gaza Kehilangan Orang Tua Sejak Oktober

Lebih dari 60.000 Anak Kehilangan Orang Tua

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa lebih dari 60.000 anak di Jalur Gaza telah kehilangan setidaknya satu orang tua sejak perang genosida Israel dimulai pada Oktober 2023. Data tersebut dirilis pada Kamis (30/7/2026) dan disiarkan oleh Aljazeera.

Dari total 60.737 anak yang tercatat, sebanyak 52.095 anak kehilangan ayah mereka, sementara 5.929 anak kehilangan ibu. Angka ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak konflik terhadap struktur keluarga di Gaza.

2.713 Anak Yatim Piatu

Lebih memprihatinkan lagi, 2.713 anak di antaranya dinyatakan yatim piatu, artinya kedua orang tua mereka telah meninggal dunia. Kehilangan kedua orang tua dalam waktu singkat meninggalkan trauma mendalam dan ketidakpastian masa depan bagi anak-anak tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi ini diperparah dengan terus berlangsungnya serangan Israel meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2023. Menurut laporan yang sama, lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas sejak dimulainya agresi pada Oktober 2023.

Keluarga yang Terhapus dari Catatan Sipil

Laporan Kementerian Kesehatan Gaza juga mengungkapkan bahwa 2.276 keluarga, yang mencakup 8.858 jiwa, telah "terhapus sepenuhnya dari catatan sipil". Istilah ini merujuk pada keluarga yang seluruh anggotanya tewas dalam serangan Israel, sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk dicatat.

Fenomena ini menunjukkan tingkat kehancuran yang luar biasa di Gaza, di mana tidak hanya individu, tetapi seluruh unit keluarga musnah. Hal ini berdampak jangka panjang pada struktur sosial dan demografi wilayah tersebut.

Gencatan Senjata yang Gagal

Meskipun ada "gencatan senjata" yang disepakati pada bulan Oktober, Israel terus melancarkan serangan mematikan di seluruh wilayah Gaza. Sejak kesepakatan tersebut, lebih dari 1.100 orang tewas akibat serangan Israel.

Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas gencatan senjata dan perlindungan warga sipil, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan. Organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan terus mendesak diakhirinya kekerasan dan akses bantuan bagi korban.

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza ini menjadi pengingat tragis atas biaya kemanusiaan yang terus bertambah akibat konflik berkepanjangan. Setiap angka mewakili nyawa yang hilang dan masa depan yang suram bagi generasi muda Gaza.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga