KPK Tetapkan Tersangka dari OTT Bupati Lombok Barat
KPK Tetapkan Tersangka OTT Bupati Lombok Barat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sejumlah tersangka dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan sejumlah pihak lainnya. Penetapan tersangka ini dicapai dalam gelar perkara atau ekspose yang dilakukan KPK pada Senin (20/7) malam.

KPK Konfirmasi Kenaikan ke Tahap Penyidikan

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa perkara ini telah naik ke tahap penyidikan. Namun, ia belum memberikan informasi detail mengenai pihak-pihak yang menjadi tersangka. "Malam tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan," ujar Budi melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7).

Budi menambahkan bahwa KPK akan mengumumkan secara terbuka kepada publik melalui konferensi pers sore ini. "Secara lengkap, bagaimana konstruksi perkara, kronologi peristiwa tertangkap tangan, barang bukti, serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kami akan sampaikan dalam konferensi pers sore ini," lanjutnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dugaan Korupsi Terkait Pengadaan dan Suap Proyek

Kasus dugaan korupsi yang tengah diusut ini diduga berkaitan dengan benturan kepentingan dalam pengadaan, suap proyek, serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. KPK telah mengamankan total 19 orang dalam OTT di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin kemarin.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Para pihak yang terdiri dari bupati, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat, Kepala Dinas PUPRPKP, satu orang pihak swasta, serta tiga orang selaku ajudan dan sopir bupati hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

Tambahan Satu Orang Pihak Swasta Diamankan di Jakarta

Selain tujuh orang tersebut, tim KPK juga mengamankan satu orang pihak swasta di wilayah Jakarta pada Senin (20/7), yang saat ini juga masih menjalani pemeriksaan. "Sehingga hingga pagi ini, total yang masih dilakukan pemeriksaan sejumlah delapan orang," kata Budi.

KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah konferensi pers sore ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga