Ketua DPRD TTU Diperiksa 6 Jam soal Kematian Dokter Icha
Ketua DPRD TTU Diperiksa 6 Jam Kasus Dokter Icha

Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Efi, memenuhi panggilan penyidik Polda NTT pada Kamis (16/7) untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan intimidasi yang diduga dilakukan empat terlapor terhadap almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha. Pemeriksaan berlangsung selama enam jam, mulai pukul 11.00 WITA hingga 17.00 WITA, di Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT.

Pemeriksaan sebagai Saksi Kunci

Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol. Sigit Haryono, membenarkan bahwa Kristoforus Efi diperiksa sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan intimidasi yang dialami Dokter Icha sebelum nekat mengakhiri hidupnya. "Iya memang benar, hari ini Ketua DPRD TTU dipanggil untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Icha," jelas Sigit saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (16/7).

Dalam pemeriksaan, penyidik menggali pengetahuan Ketua DPRD TTU terkait dugaan intimidasi yang dialami Dokter Icha, sesuai dengan laporan yang diajukan oleh pihak keluarga. "Dipertanyakan sejauh mana pengetahuan Ketua DPRD tentang peristiwa yang dilaporkan oleh pelapor yaitu dugaan ancaman atau intimidasi," ujar Sigit.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rekaman Video Kunjungan ke Rumah Sakit

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa Kristoforus Efi pernah membesuk Dokter Icha saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Ia bahkan memiliki rekaman video dari kunjungan tersebut. "Ternyata pak Ketua (DPRD) punya video pada saat mengunjungi dokter Icha di Rumah Sakit Leona Kefa," kata Sigit.

Dalam rekaman video tersebut, Dokter Icha sempat mengeluhkan adanya intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU. Selain itu, penyidik juga menanyakan kondisi Dokter Icha saat dikunjungi, dan semua pertanyaan telah dijawab oleh Ketua DPRD TTU selama pemeriksaan.

Perkembangan Penyelidikan

Kasus dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha masih dalam proses penyelidikan. Tim joint investigasi telah memeriksa total 37 orang saksi, termasuk tenaga kesehatan di RSUD Kefamenanu dan Rumah Sakit Leona, pasien yang berada di Ruang UGD Rumah Sakit Leona saat terjadi peristiwa dugaan intimidasi, keluarga Dokter Icha, empat terlapor, dan Ketua DPRD TTU.

Kronologi Kematian Dokter Icha

Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6) sore. Dokter Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU pada 13 Juni 2026 lalu. Saat itu, ia sedang menangani pasien gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Korban gigitan ular yang berhasil diselamatkan disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan Therezius Lazakar. Jenazah Dokter Icha dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat.

Laporan Keluarga ke Polda NTT

Kasus dugaan intimidasi ini dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polda NTT pada 3 Juli 2026. Dalam laporan tersebut, keluarga juga melaporkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan yang bertugas di Dinas Peternakan TTU bernama Maria Mathildis Sau, sehingga total ada empat orang terlapor.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga