Keluarga mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha menjalani pemeriksaan selama lebih dari empat jam di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (10/7/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, mereka mengaku mendapat puluhan pertanyaan seputar laporan dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha sebelum meninggal dunia.
Kuasa hukum sekaligus perwakilan keluarga, Viktor Manbait, menyatakan bahwa pihaknya juga menyerahkan tambahan bukti kepada penyidik Subdit 1 Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit PPA dan PPO) Polda NTT. "Tentunya ada (bukti) keterangan, (surat) keterangan medis yang berkaitan dengan perawatan dan pengobatan dokter Icha," kata Viktor usai pemeriksaan di Mapolda NTT, Jumat sore.
Tiga Saksi Diperiksa, Dua Lainnya Dijadwalkan Pekan Depan
Viktor menyebut ada tiga orang yang dimintai keterangan oleh penyidik, yaitu kedua orang tua almarhum dokter Icha, Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah, serta pacar dokter Icha berinisial IB. "Jadi tadi mereka bertiga sudah memberikan keterangan (sebagai saksi) dan didampingi oleh tiga orang kuasa hukum dari kantor kami," jelasnya.
Sementara itu, dua adik dari mendiang dokter Icha, Tiara Pakaenoni dan Elyn Pakaenoni, telah dijadwalkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik pada pekan depan. Pemeriksaan hari Jumat dimulai pukul 10.30 Wita dan berlangsung hingga lebih dari empat jam.
28 Pertanyaan dan Materi Pemeriksaan
Menurut Viktor, dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan sekitar 28 pertanyaan kepada masing-masing saksi. Materi pemeriksaan berkaitan dengan laporan dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha pada 13 Juni 2026 di Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Dugaan intimidasi itu dilakukan oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dan satu Aparatur Sipil Negara (ASN) dokter hewan Dinas Peternakan TTU.
Direktur PPA dan PPO Polda NTT, Kombes Pol Nova Irone Surentu, mengaku belum mengetahui secara pasti materi pemeriksaan karena sedang mengikuti kegiatan di tempat lain. "Saya belum dapat (informasi) dari anggota ya, karena setelah selesai (pemeriksaan) saya ada giat (lain)," kata Nova saat dikonfirmasi, Jumat malam. Ia memastikan pemeriksaan telah selesai.
Latar Belakang Kasus Intimidasi
Dokter Icha ditemukan tewas diduga mengakhiri hidup di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6) sore. Ia diduga mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU saat menangani pasien gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.
Tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Korban gigitan ular yang berhasil diselamatkan disebut masih berkeluarga dengan Therezius Lazakar. Selain tiga anggota DPRD, seorang ASN dokter hewan di Dinas Peternakan TTU berinisial MMS juga dilaporkan.
Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat. Keluarga telah melaporkan kasus dugaan intimidasi ini ke Polda NTT dengan total empat orang yang dilaporkan.



