Suhu Dingin di Pandeglang, BMKG: Dampak Angin Monsun Australia
Suhu Dingin di Pandeglang, BMKG: Dampak Angin Monsun Australia

Wilayah Kabupaten Pandeglang mengalami suhu dingin yang signifikan pada malam hari. Warga setempat merasakan perubahan suhu yang drastis, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebabkan oleh Angin Monsun Australia.

Penyebab Fenomena Suhu Dingin

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena Angin Monsun Australia bertiup menuju Benua Asia melewati Indonesia. Angin ini bersifat kering dan sedikit membawa uap air, terutama pada malam hari saat suhu mencapai titik minimum.

"Fenomena suhu dingin menjelang puncak musim kemarau di bulan Juli sampai Agustus, terkadang bisa sampai September. Ini disebabkan oleh Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati wilayah Indonesia dan perairan Samudra Hindia, yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih rendah atau dingin," kata Hartanto melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Geografis dan Topografis

Selain angin monsun, suhu dingin juga dipengaruhi oleh posisi geografis, kondisi topografis, ketinggian wilayah, dan kelembapan udara yang relatif kering. Pada bulan Juni hingga Agustus, posisi sudut munculnya sinar matahari berada di posisi terjauh dari Indonesia, sehingga radiasi matahari yang diterima lebih sedikit.

Hartanto menambahkan bahwa angin yang lebih dominan dari arah timur ke tenggara kurang mendukung proses pertumbuhan awan. Kurangnya tutupan awan pada malam hari menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi terpancar langsung ke atmosfer tanpa hambatan, sehingga suhu turun signifikan.

Dampak dan Imbauan

"Selain itu, angin yang tenang di malam hari menghambat pencampuran udara, sehingga udara dingin terperangkap di permukaan bumi," jelas Hartanto. Kondisi ini dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat.

Hartanto mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan. "Waspada terhadap menurunnya daya tahan tubuh akibat cuaca yang dingin dan kering ini. Jaga daya tahan tubuh dan perbanyak minum air putih, terutama saat beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga