Kebakaran Pabrik Pestisida Cemari Sungai Jaletreng di Tangerang Selatan
Sebuah insiden kebakaran di gudang pabrik pestisida telah menyebabkan pencemaran serius pada Sungai Jaletreng di Tangerang Selatan (Tangsel). Peristiwa ini terjadi di Kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, dan dampaknya langsung terlihat dengan perubahan warna air sungai menjadi putih.
Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan
Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengkonfirmasi bahwa kebakaran tersebut memang terjadi di pergudangan Taman Tekno. Dampak pencemaran sangat parah hingga menyebabkan kematian ikan-ikan di sungai. Polisi telah mengimbau masyarakat yang sempat memanen ikan di Sungai Jaletreng untuk tidak mengonsumsi ikan tersebut demi keselamatan kesehatan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi menyeluruh. Tim DLH telah mengambil sampel air yang berwarna putih tersebut untuk proses uji laboratorium lebih lanjut. "Dan juga sudah ambil sampel untuk proses uji labnya," jelas Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Deni Danial.
Jaminan Keamanan Air PAM dari Perseroda PITS
Di tengah kekhawatiran masyarakat, Perseroda PITS memberikan penjelasan resmi melalui akun Instagram @perserodapits. Perusahaan pengelola air minum ini memastikan bahwa air baku yang digunakan tidak terpengaruh oleh pencemaran akibat kebakaran Gudang Pestisida tersebut.
"Perseroda PITS memastikan air baku yang digunakan tidak terpengaruh oleh pencemaran air kali akibat kebakaran Gudang Pestisida di Kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan," tulis Humas Perseroda PITS dalam pernyataannya.
Menurut penjelasan lebih lanjut, meskipun Kali Jaletreng bermuara ke Sungai Cisadane, titik pengambilan air baku PAM Tangsel berada jauh di hulu sebelum pertemuan kedua aliran sungai tersebut. Hal ini menjadi faktor krusial yang membuat suplai air PAM tetap aman dari kontaminasi.
Pemantauan Kualitas Air Secara Ketat
Perseroda PITS menegaskan bahwa air baku yang digunakan terus dipantau dan sesuai dengan standar kualitas yang berlaku. "Sehingga air PAM Tangsel Perseroda PITS tetap aman dan tidak terdampak," tegas pernyataan resmi perusahaan.
Tim BPBD Kota Tangerang sebelumnya telah melakukan penelusuran di Sungai Cisadane pasca-kebakaran pabrik kimia tersebut. Investigasi ini penting untuk memastikan sejauh mana dampak pencemaran dan langkah-langkah penanganan yang diperlukan.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap industri yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Koordinasi antara instansi terkait, termasuk DLH, kepolisian, dan BPBD, menjadi kunci dalam penanganan insiden pencemaran lingkungan semacam ini.