Budidaya Sidat di Nusakambangan: Pelatihan untuk Napi dan Dukungan untuk Nelayan
Budidaya Sidat di Nusakambangan: Napi Terampil, Nelayan Hidup

Budidaya Sidat di Nusakambangan: Program Pelatihan untuk Narapidana dan Dukungan untuk Nelayan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto mendampingi Komisi XIII DPR RI dalam kunjungan kerja untuk melihat sarana pembinaan narapidana di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Salah satu fokus kunjungan adalah kolam budidaya Ikan Sidat, yang menjadi bagian dari program pelatihan keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan.

Pelatihan untuk Keterampilan dan Pemberdayaan Ekonomi

Menteri Agus menjelaskan bahwa pelatihan budidaya Ikan Sidat ini memiliki tujuan ganda. Pertama, untuk memberikan keterampilan kepada narapidana agar mereka memiliki bekal pengetahuan saat kembali ke masyarakat. Kedua, program ini dirancang untuk menghidupkan komunitas nelayan setempat dengan menciptakan efek ekonomi yang positif.

"Kami sengaja memberdayakan komunitas nelayan agar hidup, sementara warga binaan tambah pengetahuan. Saat keluar, mereka bisa menerapkan budi daya ikan juga," tegas Menteri Agus dalam penjelasannya di lokasi.

Kolaborasi dengan Nelayan Lokal dan Kapasitas Produksi

Dalam kunjungan tersebut, terungkap bahwa pihak Nusakambangan membeli bibit sidat dari para nelayan di Cilacap melalui koperasi. Rudi Sutomo, mitra pendamping yang melatih para napi, menyalurkan bibit tangkapan nelayan tersebut.

Ketika ditanya tentang kapasitas produksi, Rudi menjawab bahwa satu kolam di Nusakambangan dapat menampung hingga 6.000 bibit ikan. Kolam-kolam ini terletak di dekat bibir pantai, memanfaatkan lingkungan yang sesuai untuk budidaya.

Respon Positif dari Anggota DPR dan Ide Pengembangan

Anggota Komisi XIII Yanuar Arif Wibowo menunjukkan ketertarikan dengan menanyakan asal pembibitan, sementara Marinus Gea memberikan ide pengembangan lebih lanjut. Marinus mengusulkan agar tim dari Nusakambangan dapat memberikan pelatihan budidaya Ikan Sidat kepada pihak luar yang memiliki lahan.

"Bagaimana jika butuh pelatihan untuk proses ini bisa terjadi? Sehingga teman-teman yang keluar dari Nusakambangan bisa ditampung di pihak-pihak luar yang punya lahan untuk dikembangkan?" tanya Marinus.

Ide tersebut disambut baik oleh Menteri Agus dan jajarannya. Mereka menyatakan kesediaan untuk membantu pelatihan, terutama jika pengembangan budidaya di luar Nusakambangan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi mantan warga binaan.

Sidat: Ikan Bergizi dan Potensi Ekonomi

Ikan Sidat dikenal kaya akan vitamin, protein, dan Omega 3. Di Jepang, sidat yang disebut Unagi merupakan lauk favorit. Dalam kunjungan ini, rombongan legislator juga diberikan kesempatan untuk mencicipi sidat yang telah diolah menjadi berbagai menu, seperti dibakar atau dibakar dengan saus ala Jepang.

Program budidaya ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang melibatkan narapidana, nelayan, dan potensi lahan di masyarakat luas.