Menhut Raja Juli Dorong Lahan Basah Jadi Pusat Biodiversitas dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Menhut Raja Juli: Lahan Basah Pusat Biodiversitas dan Ekonomi

Menhut Raja Juli Antoni: Lahan Basah Harus Jadi Pusat Biodiversitas dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam perlindungan dan pengelolaan lahan basah yang berkelanjutan. Dalam peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Kalimantan Utara, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pengetahuan tradisional dengan riset modern.

Pengetahuan Tradisional sebagai Fondasi Pengelolaan

Raja Antoni menyatakan bahwa lahan basah tidak sekadar tanah yang basah, melainkan kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi, sumber ekonomi yang baik, dan kemampuan penyerapan karbon yang besar. "Kita berharap lahan basah menjadi kawasan dengan biodiversitas yang sangat tinggi, sumber ekonomi yang baik, sekaligus memiliki kemampuan penyerapan karbon yang sangat besar," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres, namun kearifan lokal tetap memiliki peran strategis. "Masyarakat kita sejak dulu sudah sangat terbiasa dengan sistem pasang surut, sistem pertanian di lahan basah, hingga memahami pola migrasi burung di kawasan basah sejak zaman nenek moyang," jelas Raja Antoni.

Komitmen Indonesia dalam Konvensi Ramsar

Lebih lanjut, Menhut menegaskan komitmen Indonesia sebagai anggota Konvensi Ramsar, dengan telah mendaftarkan delapan situs lahan basah penting. Indonesia dianugerahi kekayaan lahan basah yang luar biasa, termasuk sekitar 23 persen mangrove dunia dan gambut tropis terbesar di dunia.

"Ini adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita jaga bersama-sama," tuturnya. Ia menekankan perlunya kerjasama dan kolaborasi semua pihak, baik nasional maupun internasional, untuk melestarikan aset berharga ini.

Dukungan Internasional dari Kanada

Pada kesempatan yang sama, Head of Development Cooperation and Counsellor, Embassy of Canada to Indonesia, Ms. Alice Birnbaum, menyatakan kebanggaannya dapat bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan. "Mangrove ini tidak hanya indah tapi juga diakui secara global sebagai penopang keanekaragaman hayati dan pondasi bagi ekosistem," ujarnya.

Alice Birnbaum berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem mangrove dan masyarakat pesisir, menandai babak baru menuju keberlanjutan. Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang dan jajaran Kementerian Kehutanan.

Langkah Strategis ke Depan

Raja Antoni menekankan bahwa pengetahuan tradisional perlu diinstitusionalisasikan untuk melengkapi riset-riset yang dilakukan oleh universitas dan lembaga-lembaga lainnya. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan perlindungan biodiversitas di lahan basah.
  • Memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan berkelanjutan.
  • Memastikan penyerapan karbon optimal untuk mitigasi perubahan iklim.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin global dalam pengelolaan lahan basah yang berkelanjutan, menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi modern untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.