Pria Tewas Usai Jatuh dari Jembatan Gantung Kayu yang Rapuh di Palopo
Seorang pria bernama Marwan (50) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal di Jembatan Pajalesang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Insiden nahas ini terjadi karena kayu alas jembatan gantung tersebut patah, menyebabkan korban terjatuh dari ketinggian sekitar 6 meter.
Kondisi Jembatan yang Tidak Layak Pakai
Menurut keterangan Lurah Pajalesang, Irwan, kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh kondisi lantai jembatan yang telah rapuh dan tidak layak lagi digunakan. "Kecelakaan diduga kuat terjadi akibat kondisi lantai jembatan yang telah rapuh dan tidak layak lagi digunakan," ujar Irwan dalam pernyataannya yang dilansir pada Rabu, 11 Februari 2026.
Irwan menambahkan bahwa korban merupakan warga dari Kelurahan Dangerakko, tetangga kelurahannya. Saat kejadian, Marwan sedang dalam perjalanan menuju penggilingan beras miliknya. "Menurut informasi dia mau ke penggilingan berasnya, katanya mau ambil beras. Pakai mobil lewat Pajalesang makanya nyeberang jalan kaki," jelasnya.
Kronologi Kejadian dan Evakuasi
Insiden terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 18.40 Wita di Jembatan Pajalesang, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Palopo. Di tengah perjalanan menyeberang, kayu alas jembatan tiba-tiba patah sehingga Marwan terjatuh.
Setelah kejadian, korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Mega Buana untuk dilakukan pemeriksaan visum. Irwan juga telah meminta agar pihak terkait segera melakukan penutupan total terhadap jembatan tersebut guna mencegah insiden serupa terulang di masa depan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur publik, terutama jembatan gantung yang banyak digunakan oleh warga setempat. Kondisi jembatan yang rapuh dan tidak layak pakai menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.