Lima Kali Gempa Guncang Indonesia Jelang Akhir Pekan, Termasuk Magnitudo 5,3 di Bengkulu
Lima Gempa Guncang Indonesia Jelang Akhir Pekan

Lima Kali Gempa Guncang Indonesia Jelang Akhir Pekan, Termasuk Magnitudo 5,3 di Bengkulu

Gempa bumi kembali menggetarkan wilayah Indonesia pada hari Jumat, 10 April 2026, tepat di penghujung pekan. Hingga pukul 20.30 WIB, tercatat lima kali lindu yang terjadi di berbagai daerah, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Rincian Gempa di Jailolo, Maluku Utara

Gempa pertama terjadi pada pukul 04:26:40 WIB di wilayah Jailolo, Provinsi Maluku Utara. Episenter lindu berada pada koordinat 1,33 Lintang Utara dan 126,35 Bujur Timur, dengan pusat di laut 128 kilometer barat Jailolo. Gempa ini berkekuatan magnitudo 3,8 dan kedalaman 6 kilometer, dirasakan dengan intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) III-IV di Batang Dua.

Kemudian, pada siang hari pukul 12:30:02 WIB, gempa susulan kembali mengguncang Jailolo. Kali ini, magnitudo tercatat 3,9 dengan kedalaman 3 kilometer, dan episenter berada di laut 122 kilometer barat Jailolo. Lindu ini dirasakan MMI II-III di Batang Dua.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tak lama setelahnya, pukul 12:52:24 WIB, gempa ketiga terjadi di Jailolo dengan magnitudo 4,2 dan kedalaman 2 kilometer. Pusat gempa berada di laut 115 kilometer barat Jailolo, dan getaran dirasakan MMI II-III di Batang Dua.

Gempa di Larantuka, Nusa Tenggara Timur

Selain di Maluku Utara, gempa juga terjadi di Larantuka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada pukul 12:39:16 WIB. Episenter lindu terletak pada koordinat 8,36 Lintang Selatan dan 123,13 Bujur Timur, dengan pusat di darat 19 kilometer timur Larantuka. Gempa ini berkekuatan magnitudo 3,8 dan kedalaman 3 kilometer, dirasakan MMI II-III di Kabupaten Flores Timur.

Gempa Terkuat di Bengkulu Utara

Gempa terkuat hari ini terjadi di Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada pukul 18:08:55 WIB. Lindu ini memiliki magnitudo 5,3 dengan kedalaman 89 kilometer, dan episenter berada di darat 14 kilometer timur laut Bengkulu Utara. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Getaran dirasakan dengan intensitas MMI II di Muko-Muko, serta MMI II-III di Kota Bengkulu, Arga Makmur, Kepahiang, dan Putri Hijau.

Pemahaman dan Mitigasi Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat terjadi kapan saja dan berlangsung singkat, namun berpotensi menyebabkan kerusakan parah. Indonesia termasuk wilayah rawan gempa, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci penting.

Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba. Bencana ini dapat memicu guncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor, kebakaran, hingga tsunami.

Langkah-Langkah Antisipasi Gempa

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan melakukan persiapan sebelum, selama, dan setelah gempa terjadi:

  • Sebelum Gempa: Pastikan struktur rumah aman, kenali lingkungan kerja, siapkan alat darurat seperti kotak P3K dan senter, serta simpan nomor telepon penting.
  • Saat Gempa: Jika berada di dalam bangunan, lindungi diri di bawah meja; jika di luar, hindari bangunan dan pohon; jika di pantai, jauhi area pantai untuk antisipasi tsunami.
  • Setelah Gempa: Keluar dari bangunan dengan tertib, periksa korban luka, hindari area reruntuhan, dan dengarkan informasi resmi dari pihak berwenang.

Dengan memahami prosedur keselamatan, masyarakat dapat lebih tanggap dalam menghadapi bencana gempa bumi yang mungkin terjadi di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga