Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: 225 Selamat, 5 Tewas, 41 Hilang
KMP Mutiara Sentosa 2 Kebakaran: 225 Selamat, 5 Tewas

Kebakaran di Perairan Utara Sumenep

Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran mengalami kebakaran hebat di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi. Kapal yang sedang menempuh rute Surabaya–Makassar itu dilaporkan terbakar saat berada di tengah laut, sehingga seluruh penumpang dan awak harus segera menyelamatkan diri.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena kapal memuat ratusan manusia. Rute Surabaya–Makassar merupakan salah satu jalur pelayaran terpadat di Indonesia, menghubungkan dua pulau besar, Jawa dan Sulawesi, dengan mobilitas penumpang yang tinggi setiap harinya.

Data Korban dari Basarnas

Berdasarkan data update Basarnas yang dilansir Tribunnews hingga pukul 16.00 WIB, kapal tersebut mengangkut total 271 orang (person on board/POB), terdiri atas penumpang dan awak kapal. Angka ini mencerminkan muatan yang besar untuk sebuah kapal penumpang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dari total 271 orang itu, sebanyak 225 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, 5 orang dilaporkan meninggal dunia. Adapun 41 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan hingga data tersebut diperbarui.

Proses Evakuasi dan Pencarian Korban

Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, dan berbagai instansi lainnya. Mereka dikerahkan untuk menjangkau titik lokasi kebakaran dan mengevakuasi penumpang yang berada di dalam kapal maupun yang tercebur ke laut.

Operasi pencarian 41 orang yang hilang terus berlangsung setelah data pukul 16.00 WIB. Tim SAR berfokus pada area perairan utara Madura, memeriksa kemungkinan korban hanyut terbawa arus. Alat keselamatan seperti pelampung dan sekoci menjadi penentu bagi penumpang untuk bertahan hidup sebelum petugas tiba.

Tanggung Jawab Perusahaan dan Pihak Berwenang

Pihak PT Atosim Lampung Pelayaran, sebagai pemilik kapal, diharapkan segera merespons dan memberikan keterangan resmi terkait kebakaran ini. Perusahaan juga perlu berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan para penyintas dan keluarga korban.

Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihak berwenang biasanya melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi asal api, baik dari ruang mesin, korsleting listrik, maupun kelalaian human error. Hasil investigasi tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Keselamatan Pelayaran dan Imbauan bagi Penumpang

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan pada kapal penumpang. Kapal yang berlayar dengan membawa ratusan penumpang wajib memenuhi persyaratan layak laut, termasuk kelengkapan alat pemadam kebakaran, pelampung, dan prosedur evakuasi yang jelas.

Bagi para penumpang, kejadian ini menjadi pengingat untuk selalu mematuhi instruksi kru dan mengetahui lokasi peralatan keselamatan. Memakai pelampung selama pelayaran dan mengikuti arahan saat keadaan darurat dapat meningkatkan peluang bertahan hidup. Masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan informasi penumpang dapat menghubungi posko Basarnas terdekat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga