Gerakan Tanah di Tasikmalaya Ancam Puluhan Rumah, BNPB Lakukan Pemantauan
Kejadian gerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga setempat. Fenomena alam ini dilaporkan mengancam puluhan rumah yang berada di kawasan terdampak, dengan risiko kerusakan struktural akibat pergeseran tanah yang terus berlangsung.
Lokasi dan Penyebab Kejadian
Menurut keterangan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gerakan tanah tersebut terjadi di Desa Sirnajaya, yang terletak di Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem ini diyakini sebagai faktor utama yang memicu ketidakstabilan tanah, sehingga menyebabkan pergerakan yang mengancam bangunan di sekitarnya. Warga setempat dilaporkan berada dalam kondisi waspada, mengingat potensi kerusakan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Respons dan Tindakan BNPB
BNPB memastikan bahwa pemantauan dan pendampingan terhadap situasi di Tasikmalaya terus dilakukan secara intensif. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari gerakan tanah, termasuk kemungkinan perluasan area terdampak atau peningkatan risiko bencana.
Abdul Muhari menekankan pentingnya koordinasi antara pihak berwenang dan masyarakat dalam menghadapi ancaman ini. BNPB juga mengimbau warga untuk tetap siaga dan melaporkan setiap perkembangan atau tanda-tanda bahaya yang terlihat di lingkungan mereka.
Dampak dan Kekhawatiran Warga
Puluhan rumah yang terancam rusak akibat gerakan tanah ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi penghuninya. Beberapa warga telah melaporkan keretakan pada dinding atau fondasi rumah mereka, yang menjadi indikasi awal dari dampak pergeseran struktur tanah.
- Ancaman kerusakan properti yang signifikan
- Potensi gangguan terhadap aktivitas sehari-hari warga
- Kebutuhan akan evakuasi jika kondisi memburuk
BNPB dan pihak terkait lainnya terus memantau perkembangan situasi, dengan harapan dapat mengambil tindakan tepat waktu untuk melindungi keselamatan warga dan mengurangi kerugian material. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat dan menjaga komunikasi yang baik selama masa krisis ini.