Banjir 1,75 Meter Rendam Permukiman di Kebon Pala, Jakarta Timur
Banjir dengan ketinggian mencapai 1,75 meter kembali melanda wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (20/4/2026). Kondisi ini memicu status siaga 2 dan mendorong sejumlah warga untuk mengungsi demi keselamatan.
Kenaikan Air yang Cepat dan Status Siaga 2
Menurut Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, air mulai naik sejak pukul 03.00 WIB dan mencapai puncaknya sekitar 175 sentimeter atau 1,75 meter pada pukul 09.43 WIB. "Air naik terus sejak dini hari, dan sekarang sudah masuk status siaga 2," jelas Sanusi, seperti dilansir dari Antara. Banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi serta kiriman air dari wilayah hulu, khususnya dari Katulampa dan Depok, yang menyebabkan debit air meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.
Warga Mulai Mengungsi Secara Mandiri
Akibat banjir yang cukup parah, sekitar lima kepala keluarga (KK) telah memilih untuk mengungsi. Mereka melakukan evakuasi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat. "Yang mengungsi ada sebagian, sekitar lima KK. Mereka pergi ke rumah saudaranya," ujar Sanusi. Meskipun jumlah pengungsi masih relatif sedikit, aparat kepolisian telah terlihat mulai mengevakuasi warga yang ingin pindah ke tempat yang lebih aman, sekaligus membantu menyelamatkan barang-barang dari genangan air.
Pola Hujan Berulang dan Kondisi yang Dipantau
Sanusi menambahkan bahwa hujan dengan intensitas cukup tinggi kerap turun hampir setiap hari dalam beberapa waktu terakhir, terutama pada sore hingga malam hari. Pola hujan yang terus-menerus ini membuat genangan air sulit surut secara optimal, sehingga kembali meningkat saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Warga yang bertahan di rumah masing-masing diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi.
Peringatan Dini dari BPBD DKI Jakarta
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 17 hingga 23 April 2026 di sejumlah kawasan pesisir utara Jakarta. Potensi rob ini dipicu oleh fenomena fase bulan baru pada 17 April 2026 dan perigee pada 19 April 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI menyiagakan layanan darurat 112 yang dapat dihubungi masyarakat apabila terjadi kondisi kedaruratan.



