KOMPAS.com - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, benar-benar mengalami erupsi pada 8 Mei 2026, melontarkan abu vulkanik setinggi 10.000 meter. Tiga pendaki meninggal dunia, sementara 17 orang lainnya berhasil dievakuasi.
Tidak lama setelah peristiwa tersebut, beredar sebuah video di media sosial yang diklaim menunjukkan detik-detik erupsi Gunung Dukono pada 8 Mei 2026. Video itu menyebar luas dan menimbulkan kekhawatiran publik.
Hasil Penelusuran Tim Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tersebut adalah keliru dan perlu diluruskan. Video yang beredar bukanlah rekaman asli erupsi Gunung Dukono, melainkan video lama dari erupsi gunung lain yang diedit dan diberi narasi menyesatkan.
Tim Cek Fakta menemukan bahwa video tersebut pernah diunggah beberapa tahun lalu dan dikaitkan dengan erupsi Gunung Sinabung. Dengan demikian, klaim bahwa video itu menunjukkan erupsi Gunung Dukono pada 8 Mei 2026 adalah hoaks.
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Selalu periksa sumber berita dan bandingkan dengan informasi resmi dari lembaga terkait, seperti Badan Geologi atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Jangan sebarkan video atau informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan. Tetap waspada dan bijak dalam menyikapi berita, terutama yang berkaitan dengan bencana alam.



