Kondisi seorang warga negara Perancis yang menjadi korban wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Pasien wanita tersebut kini tengah berjuang melewati masa kritis di sebuah rumah sakit di Paris dengan bantuan teknologi medis tingkat tinggi, termasuk paru-paru buatan.
Perawatan Intensif dengan Paru-Paru Buatan
Dokter spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Bichat Paris, Dr. Xavier Lescure, mengungkapkan bahwa infeksi virus ini telah menyerang organ vital pasien secara agresif. Pasien harus bergantung pada mesin paru-paru buatan untuk membantu pernapasannya. Tim medis terus memantau kondisinya yang sangat kritis.
Dampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar
Kabar ini menambah daftar panjang dampak mematikan dari wabah hantavirus pertama yang terjadi di lingkungan kapal pesiar. Sejauh ini, wabah tersebut telah menjangkiti 11 orang dan menewaskan tiga penumpang lainnya. Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengendalikan penyebaran virus.
- Sebanyak 11 orang terinfeksi hantavirus di kapal MV Hondius.
- Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi.
- Pasien Perancis saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat di Paris.
Upaya Penanganan Medis
Rumah Sakit Bichat Paris menggunakan teknologi medis terkini untuk menangani pasien. Penggunaan paru-paru buatan menjadi langkah kritis untuk mempertahankan fungsi pernapasan. Dr. Lescure menambahkan bahwa tim dokter terus berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Wabah hantavirus di kapal pesiar ini menjadi perhatian global, mengingat potensi penyebaran yang cepat di lingkungan tertutup. Otoritas kesehatan setempat bekerja sama dengan organisasi internasional untuk mencegah meluasnya wabah.



