Hantavirus Merebak, Pakar Unair Jelaskan Gejala dan Penularannya
Hantavirus Merebak: Gejala dan Cara Penularan

Kasus infeksi Hantavirus kembali menjadi perhatian global setelah laporan peningkatan jumlah pasien di beberapa negara. Pakar kesehatan dari Universitas Airlangga (Unair) memberikan penjelasan mendetail mengenai gejala dan pola penularan virus yang berasal dari tikus ini.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi, terutama tikus rusa dan tikus berkaki putih. Virus ini dapat menyebabkan dua sindrom utama: demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) dan sindrom paru Hantavirus (HPS). Keduanya memiliki tingkat keparahan yang berbeda, namun sama-sama berbahaya jika tidak segera ditangani.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Menurut pakar Unair, gejala awal Hantavirus mirip dengan flu biasa, seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, pada tahap lanjut, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas, batuk, dan penurunan fungsi ginjal. “Pasien sering kali tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi Hantavirus karena gejalanya tidak spesifik. Oleh karena itu, kewaspadaan sangat penting, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau sering kontak dengan tikus,” ujar pakar tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pola Penularan yang Perlu Dipahami

Penularan Hantavirus terjadi melalui udara ketika partikel kecil dari kotoran atau urine tikus yang terinfeksi terhirup. Virus juga dapat masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir, seperti mata, hidung, dan mulut. Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi dan hanya dilaporkan pada kasus tertentu di Amerika Selatan. Oleh karena itu, risiko penularan terutama berasal dari lingkungan yang terkontaminasi.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah infeksi Hantavirus, pakar Unair merekomendasikan beberapa langkah berikut:

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, terutama di area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan kotoran tikus atau area yang terkontaminasi.
  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat untuk menghindari menarik perhatian tikus.
  • Menutup celah atau lubang di dinding, lantai, dan atap yang dapat menjadi akses masuk tikus.

Dengan memahami gejala dan cara penularan Hantavirus, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Jika mengalami gejala yang mencurigakan setelah kontak dengan tikus, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga