Operasi evakuasi besar-besaran terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terpapar wabah hantavirus berlangsung di Pelabuhan Granadilla de Abona, Tenerife, Kepulauan Canaria, Spanyol. Langkah darurat ini dilakukan setelah kapal tersebut terombang-ambing di laut selama berminggu-minggu menyusul temuan kasus mematikan di atas kapal.
Kronologi Kejadian
Kapal berbendera Belanda milik operator Oceanwide Expeditions tersebut bertolak dari Amerika Selatan pada 1 April 2024. Selama pelayaran, tercatat sedikitnya tiga orang penumpang meninggal dunia akibat infeksi hantavirus. Virus ini menyebar melalui kontak dengan tikus atau kotorannya, dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang parah.
Tindakan Evakuasi
Pihak berwenang Spanyol akhirnya mengizinkan kapal untuk bersandar di Pelabuhan Granadilla de Abona. Ratusan penumpang kemudian dievakuasi menggunakan pesawat militer dan pemerintah untuk dipulangkan ke negara asal mereka. Proses evakuasi dilakukan dengan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
Kapal MV Hondius sebelumnya telah ditolak masuk di beberapa pelabuhan karena kekhawatiran penyebaran hantavirus. Situasi ini memicu kekhawatiran global tentang risiko kesehatan di kapal pesiar dan pentingnya pengawasan medis yang ketat.
Dampak dan Tanggapan
Kejadian ini menjadi sorotan internasional, menekankan perlunya prosedur darurat yang jelas untuk menangani wabah penyakit di kapal pesiar. Oceanwide Expeditions menyatakan kerja sama penuh dengan otoritas kesehatan Spanyol dan berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban. Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengidentifikasi sumber penularan di atas kapal.



