Kisah Afgan: Cedera Pita Suara Akibat Overwork 18 Tahun Karier
Kisah Afgan: Cedera Pita Suara akibat Overwork

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Afgan membagikan kisah perjuangannya menghadapi titik terendah dalam 18 tahun perjalanan kariernya di industri musik. Pelantun "Terima Kasih Cinta" ini mengungkapkan pernah mengalami cedera pita suara yang memaksanya berhenti menyanyi. Kejadian tersebut dialami Afgan pada tahun 2019. Ia mengakui bahwa ambisinya di usia 20-an membuatnya kurang selektif dalam mengambil pekerjaan, hingga berujung pada kondisi fisik yang kelelahan atau overwork.

Perjuangan Afgan Melawan Cedera Pita Suara

Afgan menceritakan bahwa pada puncak kariernya, ia sering menerima banyak tawaran manggung dan rekaman tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan vokalnya. Kebiasaan ini akhirnya membuahkan hasil buruk ketika ia didiagnosis mengalami cedera pita suara yang serius. Dokter menyarankannya untuk beristirahat total dari bernyanyi selama beberapa bulan. Baginya, ini adalah pukulan berat karena musik adalah segalanya dalam hidupnya.

Selama masa pemulihan, Afgan harus menjalani terapi vokal dan mengurangi aktivitas yang membebani pita suaranya. Ia juga belajar untuk lebih selektif dalam memilih proyek dan memberikan prioritas pada kesehatan. Pengalaman ini mengajarkannya bahwa kesuksesan tidak harus dicapai dengan mengorbankan kondisi fisik. Kini, Afgan lebih bijak dalam mengatur jadwal dan selalu menyempatkan diri untuk beristirahat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelajaran Berharga dari Pengalaman Pahit

Afgan berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran bagi musisi muda agar tidak terlalu memaksakan diri. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan vokal sebagai aset utama seorang penyanyi. Meski harus melewati masa sulit, Afgan bersyukur karena kini ia bisa kembali bernyanyi dengan kualitas yang lebih baik dan kesadaran yang lebih tinggi akan batasan tubuhnya.

Dalam wawancara terbaru, Afgan mengaku bahwa cedera tersebut justru membawanya pada transformasi positif dalam berkarya. Ia menjadi lebih menghargai setiap momen di atas panggung dan lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas. Kariernya kini berjalan lebih stabil dengan manajemen waktu yang lebih baik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga