4.843 Korban Bencana di Tapanuli Tengah Masih Mengungsi, Data Terbaru Pusdalops PB Sumut
4.843 Korban Bencana di Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara (Pusdalops PB Sumut) melaporkan bahwa sebanyak 4.843 korban bencana hidrometeorologi masih bertahan di pengungsian di Kabupaten Tapanuli Tengah. Data ini merupakan update per 15 Maret 2026 pukul 17.00 WIB, seperti dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Detail Korban dan Upaya Penanganan

Berdasarkan laporan yang diterima di Medan, jumlah tersebut setara dengan 1.412 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana yang terjadi pada 27 November 2025. Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, menegaskan bahwa data ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui.

"Berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan oleh masing-masing wilayah dan pemangku kebijakan terkait. Untuk perkembangan atas bencana akan terus diinformasikan, termasuk data-datanya," ujar Sri, seperti dilansir Antara, Minggu 15 Maret 2026.

Dampak Bencana di 20 Kabupaten/Kota

Data Pusdalops Sumut menunjukkan bahwa 20 kabupaten/kota di provinsi itu terdampak bencana alam pada akhir tahun lalu. Daerah-daerah tersebut meliputi Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangberdagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat, serta daerah lainnya.

Kemajuan Relokasi Pengungsi

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera berhasil merelokasi seluruh pengungsi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara dari tenda ke hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap). Laporan harian per 14 Maret mencatat penurunan signifikan jumlah pengungsi di tenda di seluruh Sumatera, dari 1.314 KK menjadi 812 KK, dengan seluruh pengungsi di tenda kini berada di Aceh.

Keberhasilan ini sejalan dengan capaian di Sumatera Barat, yang telah mencapai 100 persen relokasi, sementara Sumut mencapai 95 persen dan Aceh sekitar 77 persen.

Progres Pembangunan Huntara dan Huntap

Dari total rencana 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, 15.595 unit telah selesai dibangun, atau sekitar 80 persen dari target. Sementara itu, pembangunan huntap juga berjalan, dengan 110 unit selesai dari 36.669 unit yang direncanakan, dan 1.359 unit lainnya dalam proses.

Strategi Pemerintah dan Bantuan Dana

Strategi pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan huntara, tetapi juga melibatkan pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang tidak memilih tinggal di huntara. Hingga saat ini, penyaluran DTH telah mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi.

Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, menegaskan komitmen untuk mengurangi jumlah pengungsi dengan mempercepat relokasi ke hunian layak. "Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda," ujar Tito dalam rapat koordinasi di Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Upaya ini bertujuan untuk memastikan kesejahteraan korban bencana dan mencegah kondisi pengungsian yang berkepanjangan, sambil terus memantau perkembangan di lapangan.